12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Trend Pemakaian Masker Dimasa Pandemi Covid-19
Bagian dari Gaya Hidup agar Tampil Menarik
bengkalis | Senin, 19 Oktober 2020
Editor : zulkarnain | Penulis : Zulkarnaen
Anek model masker

BENGKALIS – Memakai masker saat ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang, sebagai salah satu upaya untuk terhindar dari virus Covid-19. Seiring berjalannya waktu, bagi sebagian orang terutama kaum hawa, masker bukan sekedar untuk kesehatan melainkan sudah menjadi gaya hidup.

Dari awalnya menggunakan masker biasa yang dijual di toko-toko ataupun di pinggir jalan, saat ini sebagian orang sudah banyak menggunakan masker yang dipesan khusus. Selain masker yang disablon dengan memperlihatkan identitas instansi, organisasi tertentu maupun komunitas sosial, bagi kaum hawa masker menjadi aksesoris penting bagaimana agar tetap tampil menarik. Tidak mengherankan, khususnya di Kabupaten Bengkalis, banyak kaum hawa, terutama yang bekerja kantoran, memakai masker dengan desain khusus, seperti masker  berbahan batik, masker  berbahan tenun, masker berbahan brokat dan  ada juga masker yang berpayet.

Tidak jauh beda dengan masker-masker pada umumnya, masker yang didesain khusus ini juga bisa meminimalisir dari kemungkinan terjangkit virus Covid-19. Namun, yang membuat istimewa, karena didesain khusus dengan bahan tertentu, maka siapapun yang memakainya akan terlihat lebih menarik. “Kalau untuk kesehatan pasti karena tujuan utamanya kan memang itu, tapi dengan masker pesanan khusus  ini, kita tampil lebih percaya diri,” ujar salah seorang  warga, Yani yang menggunakan masker berbahan kain tenun, kepada Metro Riau, Senin (19/10/2020).

Salah seorang perajin masker, Halimah Tusakdiah mengaku kalau permintaan terhadap masker berbahan khusus ini cukup  tinggi. Awalnya, ia hanya berinisiatif memanfaatkan kain-kain perca untuk dijadikan masker sehingga bisa menambah pendapatan. Namun, seiring berjalannya waktu, Halimah yang memiliki keahlian menjahit ini, banyak menerima pesanan masker  berbahan khusus tersebut. “Terutama saat pesta perkawinan, mereka minta maskernya seragam,” ujar Halimah.

Hal senada diungkapkan perajin masker lainnya Napisah. Warga Bengkalis  yang akrab disapa Bucik ini pun selalu diminta untuk membuat masker dengan bahan khusus. “Mulai dari kain perca, batik, tenun, brokat sampai yang  berpayet,” ujarnya.

Dikatakan, bagi sebagian perempuan, memakai masker bukan hanya  untuk kesehatan tapi juga bagaimana tampil lebih cantik walau dengan wajah tertutup masker. “Karena banyaknya permintaan, tak semuanya bisa saya penuhi. Karena memang saya fokus dengan pekerjaan sehari-hari saya sebagai penjahit. Jadi saya memprioritaskan pelanggan yang  menempah pakaian dengan saya sekalian maskernya. Sedangkan diluar itu, saya hanya terima kalau ada waktu luang,” ujarnya (zul)




Artikel Terbaru
hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di lingkungan.

potensa, Selasa, 26 Januari 2021
Labersa Garden Inn Hotel & Resort mengadakan promo kamar mulai dari.

rohul, Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Sungai Salak di Kecamatan Rambah Samo diduga sengaja.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Tim Jatanras Polres Inhu meringkus dua pelaku judi jenis Totol Gelap.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021