8 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 24 November 2020
Mandau Peringkat Pertama Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19
Putus Mata Rantai Covid-19 Tanggung Jawab Semua Pihak
bengkalis | Selasa, 20 Oktober 2020
Editor : zulkarnain | Penulis : Zulkarnaen
Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi ajak RT dan RW tingkatkan protokol kesehatan

BENGKALIS – Kasus terkonfirmasi positif  Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terus meningkat dimana Kecamatan Mandau berada pada peringkat pertama dengan persentase 54,66 persen atau 293 kasus dari 536 kasus per 19  Oktober 2020. Untuk menekan laju kasus ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi disela-sela kunjungannya ke Mandau beberapa hari lalu. Di hadapan RT dan RW, orang nomor satu di Negeri Junjungan ini menghimbau agar selalu RT dan RW selalu memantau warganya serta mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Kami mengajak kepada Ketua RT/RW, untuk selalu memberikan himbauan kepada warganya agar selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan selalu memakai masker," ujar Syahril Abdi dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Bathin Bertuah, Kantor Camat Mandau.        

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis,  dr Ersan Saputra mengatakan, tingkat penyebaran kasus terkonfirmasi positif di Kecamatan Mandau dan sekitarnya bila dibandingkan dengan kecamatan lain memang lebih tinggi. Banyak faktor yang menjadi penyebab, salah satunya adalah jumlah penduduk yang  lebih rapat dan banyaknya kegiatan-kegiatan yang  bersifat mengumpulkan massa.

“Tidak hanya itu, Mandau dan sekitarnya seperti Bathin Solapan,  kemudian Pinggir  merupakan daerah terbuka. Mobilitas penduduk yang  keluar masuk Mandau cukup tinggi. Bisa  saja yang datang itu  OTG,” ujar Ersan.

Dari sisi penanganan, sambung Ersan, Tim Satgas Covid sudah memiliki standar yang berlaku sama di semua  daerah.  Namun, karena ada  variabel lain di Mandau dan sekitarnya yang  berbeda dari Kecamatan lain, maka hasilnya pun berbeda. “Tracing  terhadap KE (kontak erat,red) misalnya, juga kita lakukan sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh si pasien. Persoalan muncul kalau ada  pasien yang tidak jujur, menutup-nutupi, terus kalau yang OTG tak patuh dengan isolasi mandiri, ini tentu berpotensi untuk meningkatkan kasus Covid,” kata Ersan.

Soal himbauan agar  disiplin dengan protokol pencegahan Covid, Ersan mengatakan, pihaknya juga terus melakukan  dalam setiap kesempatan. Namun, Satgas melalui tim Yustisi Covid tidak mungkin bisa mengawasi semua aktifitas masyarakat. Masyarakatlah yang harus sadar bahwa menerapkan protokol Covid merupakan sebuah kebiasaan. Dihimbau atau tidak, diawasi atau tidak, mereka sudah harus menerapkan protokol Covid,” kata Ersan. (zul)




Artikel Terbaru
meranti, Selasa, 24 November 2020
Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Barat Polsek Tebing Tinggi,.

meranti, Selasa, 24 November 2020
Tingginya biaya upah angkut di Pelabuhan Tanjung Buton Kabupaten Siak.

nasional, Senin, 23 November 2020
Realisasi penerimaan pajak hingga 31 Oktober 2020 baru mencapai 69%.

dumai, Senin, 23 November 2020
Update perkembangan Covid-19 Kota Dumai hingga Minggu (22/11/2020).

politik, Senin, 23 November 2020
Pandemi Covid-19 memaksa sejumlah kegiatan dilakukan dengan metode.

pekanbaru, Senin, 23 November 2020
Meningkat lagi, kali ini Provinsi Riau kembali ada tambahan 113 kasus.

siak, Senin, 23 November 2020
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, H Arfan Usman menyerahkan.

dunia, Senin, 23 November 2020
Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia untuk Covid-19 mengkritik.

kampar, Senin, 23 November 2020
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menghadiri acara Jonguok.

inhu, Senin, 23 November 2020
Jumlah pasien suspek Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang.

Otomotif