28 Ramadhan 1442 H / Senin, 10 Mei 2021
Mandau Peringkat Pertama Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19
Putus Mata Rantai Covid-19 Tanggung Jawab Semua Pihak
bengkalis | Selasa, 20 Oktober 2020
Editor : zulkarnain | Penulis : Zulkarnaen
Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi ajak RT dan RW tingkatkan protokol kesehatan

BENGKALIS – Kasus terkonfirmasi positif  Covid-19 di Kabupaten Bengkalis terus meningkat dimana Kecamatan Mandau berada pada peringkat pertama dengan persentase 54,66 persen atau 293 kasus dari 536 kasus per 19  Oktober 2020. Untuk menekan laju kasus ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Bengkalis Syahrial Abdi disela-sela kunjungannya ke Mandau beberapa hari lalu. Di hadapan RT dan RW, orang nomor satu di Negeri Junjungan ini menghimbau agar selalu RT dan RW selalu memantau warganya serta mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Kami mengajak kepada Ketua RT/RW, untuk selalu memberikan himbauan kepada warganya agar selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan selalu memakai masker," ujar Syahril Abdi dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Bathin Bertuah, Kantor Camat Mandau.        

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis,  dr Ersan Saputra mengatakan, tingkat penyebaran kasus terkonfirmasi positif di Kecamatan Mandau dan sekitarnya bila dibandingkan dengan kecamatan lain memang lebih tinggi. Banyak faktor yang menjadi penyebab, salah satunya adalah jumlah penduduk yang  lebih rapat dan banyaknya kegiatan-kegiatan yang  bersifat mengumpulkan massa.

“Tidak hanya itu, Mandau dan sekitarnya seperti Bathin Solapan,  kemudian Pinggir  merupakan daerah terbuka. Mobilitas penduduk yang  keluar masuk Mandau cukup tinggi. Bisa  saja yang datang itu  OTG,” ujar Ersan.

Dari sisi penanganan, sambung Ersan, Tim Satgas Covid sudah memiliki standar yang berlaku sama di semua  daerah.  Namun, karena ada  variabel lain di Mandau dan sekitarnya yang  berbeda dari Kecamatan lain, maka hasilnya pun berbeda. “Tracing  terhadap KE (kontak erat,red) misalnya, juga kita lakukan sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh si pasien. Persoalan muncul kalau ada  pasien yang tidak jujur, menutup-nutupi, terus kalau yang OTG tak patuh dengan isolasi mandiri, ini tentu berpotensi untuk meningkatkan kasus Covid,” kata Ersan.

Soal himbauan agar  disiplin dengan protokol pencegahan Covid, Ersan mengatakan, pihaknya juga terus melakukan  dalam setiap kesempatan. Namun, Satgas melalui tim Yustisi Covid tidak mungkin bisa mengawasi semua aktifitas masyarakat. Masyarakatlah yang harus sadar bahwa menerapkan protokol Covid merupakan sebuah kebiasaan. Dihimbau atau tidak, diawasi atau tidak, mereka sudah harus menerapkan protokol Covid,” kata Ersan. (zul)




Artikel Terbaru
dumai, Senin, 10 Mei 2021
Kapal MT ARK Progress yang berada di zona karantina mendapat.

meranti, Senin, 10 Mei 2021
Balek kampong' atau  disebut dengan mudik sudah jadi tradisi yang.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau terus bertambah..

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Sebanyak 6 ribu guru sekolah negari dan swasta di Kota Pekanbaru.

kampar, Senin, 10 Mei 2021
Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan tanah longsor yang terjadi di.

inhu, Senin, 10 Mei 2021
Kapolres AKBP Efrizal membagikan paket sembako kepada warga terkena.

etalase, Senin, 10 Mei 2021
Beragam cara dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam memaknai.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Penyebaran Covid-19 sampai sekarang belum berakhir. Sebagai.

otomotif, Senin, 10 Mei 2021
Memanjakan para pecinta Toyota, Main Dealer Toyota di wilayah Riau,.

Otomotif