12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Banglas Nyaris Dibakar Diduga Orang Stres, Pelaku Langsung Dirujuk ke RSJ Tampan
meranti | Selasa, 3 November 2020
Editor : wisly | Penulis : Ali
Pelaku didampingi keluarganya, pihak Dinsos dan Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi dan akan dirujuk ke RSJ Tampan, Pekanbaru

SELATPANJANG - Percobaan pembakaran kantor desa terjadi di Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (2/10/2020) pagi sekitar pukul 8:15 WIB.

Kejadian berawal dari seseorang yang datang ke kantor desa berpakaian putih-putih dengan suara lantang sambil berteriak-teriak dan membawa sebotol bensin. Kemudian bensin tersebut disiramkannya ke lantai dan ke meja kerja yang di dalamnya ada staf kantor dan beberapa RT yang sedang melayani masyarakat sambil di tangannya memegang korek api.

Kemudian warga yang berada di lokasi beramai-ramai mendatangi bersangkutan untuk menghentikan aksinya dan akhirnya berhasil ditangkap.

Kemudian pihak desa memanggil Babinsa untuk melakukan pengamanan  dan yang bersangkutan dibawa ke Dinas Sosial menggunakan mobil patroli kepolisian.

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH mengatakan peristiwa tersebut memang tidak dilaporkan ke kecamatan. Sementara itu disaat yang bersamaan dirinya sedang ada urusan ke Dinas Sosial untuk  berkonsultasi terkait bantuan bantuan sosial terhadap masyarakat tidak mampu.

"Saya tidak mengetahui persis kejadiannya, kebetulan saya sedang urusan juga di Dinsos. Dan ternyata kantornya ditutup karena ada staf honorer yang positif Covid-19 sehingga kantor tidak dibuka. Lalu karena di situ terlihat ramai dan dicari tahu ternyata didapat cerita ada warga yang mengancam atau ingin melakukan upaya keributan dengan upaya membakar kantor desa," kata Rayan.

Dikatakan Camat, di waktu yang bersamaan semua warga bingung karena tidak memiliki biaya untuk melakukan rujukan terhadap yang bersangkutan, terlebih lagi di saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.

Akhirnya secara bersama-sama bergotong-royong untuk memenuhi kebutuhan berangkat pasien pendamping dari Satpol PP dan keluarga.

"Setelah melakukan upaya komunikasi dengan para pihak dan alhamdulillah ada partisipasi dari  Dinas Sosial bersama Baznas dan staf kecamatan serta kelurahan didapatlah biaya untuk transportasi pengantar yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa Tampan menggunakan speedboat," ungkap Rayan.

Rayan juga mengatakan saat ini yang bersangkutan sudah ditangani di Rumah Sakit Jiwa Tampan dan untuk keluarga serta pendampingnya juga sudah diinapkan di sebuah rumah singgah.

Ditambahkan Rayan, yang bersangkutan bertindak demikian  diduga mengalami gangguan jiwa karena lama ditinggal anak dan istrinya.

"Menurut cerita bahwa yang bersangkutan memang sedang mengalami stres karena sedang berjauhan dengan anak dan istrinya. Kita berharap bahwa yang bersangkutan segera sembuh dan kembali dan tentu bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya seperti biasa dan menjalani kehidupan dengan normal," pungkasnya.*




Artikel Terbaru
hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di lingkungan.

potensa, Selasa, 26 Januari 2021
Labersa Garden Inn Hotel & Resort mengadakan promo kamar mulai dari.

rohul, Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Sungai Salak di Kecamatan Rambah Samo diduga sengaja.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Tim Jatanras Polres Inhu meringkus dua pelaku judi jenis Totol Gelap.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021