12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Produksi Kerang di Rohil Naik, Perairan Perlu Pengawasan
rohil | Rabu, 4 November 2020
Editor : wisly | Penulis : afrizal
ilustrasi

BAGANSIAPIAPI - Produksi kerang diperairan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), khususnya di Bagansiapiapi, sedang meningkat pada saat ini, dibuktikan dengan banyaknya hasil tangkapan nelayan setempat. 

Namun kondisi itu juga turut memancing hadirnya nelayan dari luar daerah yang melakukan kegiatan penangkapan atau panen kerang, di mana mereka menggunakan alat tangkap yang dinilai berbahaya bagi kehidupan biota laut lainnya.

"Memang biasanya banyak nelayan dari luar yang datang mengunakan alat tangkap cantrang, ini tentunya bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat nelayan, karena hasil tangkapan mereka jauh lebih besar dibandingkan nelayan di sini, makanya hal itu bisa menimbulkan keresahan," ujar Kadis Perikanan Rohil, M Amin SPI MSi, di Bagansiapiapi, belum lama ini.

Terkait hal itu, terang Amin, untuk pengawasan tidak lagi berada di Diskan Rohil melainkan di provinsi. Jadi, jika para nelayan meminta pengawasan maka harus menyampaikan ke provinsi ataupun lewat UPTD pengawasan yang ada di Bagansiapiapi. "Pengawasan itu sudah tidak lagi di kabupaten atau kota," kata Amin. 

Amin menambahkan, pengawasan perairan menjadi penting untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti konflik horizontal diantara sesama nelayan karena berebut potensi hasil laut. 

Namun begitu, lanjutnya, pihak Diskan Rohil tetap memberikan kepedulian tapi karena keterbatasan yang ada maka untuk bisa memberikan penegawasan maksimal tak bisa dilakukan. 

Amin mengatakan, pihaknya saat ini lebih banyak melakukan kegiatan berupa program budidaya perikanan, ataupun pemberdayaan bagi kalangan nelayan. Selain itu, juga program pemberi bantuan bagi nelayan, baik peralatan tangkap, alat budidaya, pengelolaan perikanan, dan sebagainya. 

Dengan bantuan itu, Amin berharap kalangan nelayan dapat memiliki pendapatan yang tidak hanya bertumpu dari hasil tangkapan ikan saja, tapi sudah merambah pada upaya untuk budidaya, maupun pengelolaan hasil perikanan yang bisa dilakukan dengan kegiatan usaha lainnya. Sehingga pendapatan atau tingkat kesejahteraan bagi kalangan nelayan bisa meningkat.*




Artikel Terbaru
dunia, Selasa, 26 Januari 2021
Pandemi Covid-19 telah merenggut lebih banyak nyawa di Amerika.

inhil, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Hukum dan HAM RI (MenkumHAM), Yasonna H Laoly meresmikan .

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerima 11.360 dosis.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Positif Covid-19 di Provinsi Riau bertambah 133 kasus baru. Pekanbaru.

etalase, Selasa, 26 Januari 2021
Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat karena efek dari pandemi.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021