12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Setelah 8 Bulan Belajar Daring, Sekolah Tatap Muka di Meranti Dimulai, Kecuali Tanjung Peranap
meranti | Selasa, 10 November 2020
Editor : wisly | Penulis : ali
ilustrasi

SELATPANJANG - Setelah sekian lama menerapkan sistem belajar dari rumah yakni hampir 8 bulan lamanya, pembelajaran tatap muka tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kepulauan Meranti akan diberlakukan Rabu (11/11/20) besok.  

Walaupun seluruh sekolah sudah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka, Dinas Pendidikan membuat pengecualian terhadap beberapa  sekolah yang berada di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Hal itu disebabkan masih banyaknya kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Untuk sekolah di desa itu belum bisa diberlakukan pembelajaran tatap muka. Hal itu dikarenakan masih tingginya kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan laporan dari tim gugus tugas namun diluar kawasan itu sudah boleh," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kepulauan Meranti, Syafrizal.

Dikatakannya keputusan untuk menggelar pembelajaran tatap muka itu juga berdasarkan keputusan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

"Keputusan ini juga berdasarkan surat keputusan bersama kementerian. Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri  dan kementerian Kesehatan tentang panduan pembelajaran tahun ajaran baru masa pandemi Covid-19," ujarnya. 

Selanjutnya, setiap satuan pendidikan harus menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, sabun, penyemprotan disinfektan, dan wastafel di ruang belajar.

 "Yang paling penting masker. Selain mewajibkan setiap peserta didik dan pendidik mengenakan masker, pihak satuan pendidikan juga wajib menyediakannya," ujarnya.

Sementara itu jarak aman di ruang belajar juga diatur. Jarak minimal 1,5 meter setiap murid dan murid lainnya.  Proses belajar mengajar tatap muka itu dibagi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.00 WIB, sesi kedua 09.30-11.00WIB. Untuk SD, setiap sesi tidak boleh lebih dari 14 orang setiap rombongan belajar (rombel).  Sedangkan SMP dibagi 16 orang setiap rombel.  

"Untuk memastikan operasional berjalan efektif, kami dari dinas akan rutin melakukan supervisi di seluruh sekolah yang memberlakukan proses bejalan dan mengajar tatap muka di sekolah mereka masing masing. Kita tetap lakukan evaluasi jika terdapat kendala di lapangan," pungkasnya.*




Artikel Terbaru
nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat.

dunia, Selasa, 26 Januari 2021
Pandemi Covid-19 telah merenggut lebih banyak nyawa di Amerika.

inhil, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Hukum dan HAM RI (MenkumHAM), Yasonna H Laoly meresmikan .

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerima 11.360 dosis.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Positif Covid-19 di Provinsi Riau bertambah 133 kasus baru. Pekanbaru.

etalase, Selasa, 26 Januari 2021
Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat karena efek dari pandemi.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Warga Desa Tanjung Gadang, Kelurahan Sijunjung, Kabupaten Sawalunto,.

inhu, Selasa, 26 Januari 2021
Sebanyak 4.080 vaksin Covid-19 tiba di Indragiri Hulu (Inhu) dengan.

kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021