12 Jumadil Akhir 1442 H / Selasa, 26 Januari 2021
Fenomena Ikan Mati, Air Sungai Rokan Sudah Tercemar Berat
rohil | Senin, 16 November 2020
Editor : | Penulis : afrizal
PERTEMUAN - DLH Rohil melakukan pertemuan dengan Kelompok Budidaya Ikan Ulak Ajo membahas ikan mati di Sungai Rokan, baru-baru ini. (ist)

BAGANSIAPIAPI - Berdasarkan laporan Kelompok Budidaya Ikan Ulak Ajo Jatuh yang menyatakan ikan keramba mereka mengalami mati beberapa bulan belakangan. Fenomena ikan mati ini bukti dari kondisi air Sungai Rokan yang sudah tercemar berat.

Hal ini dikatakan Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir (Rohil), Carlos Roshan ST, di Bagansiapiapi, baru-baru ini. Katanya, kondisi air Sungai Rokan tercemar berat ini dinyatakan dengan hasil uji sampel laboratorium yang telah dilakukan DLH Rohil belum lama ini. 

"Begitu juga hasil uji laboratorium oleh pihak Chevron yang sebelumnya, limbah Chevron diduga penyebab ikan mati," ujar Carlos.

Carlos menerangkan, berdasarkan sampel air yang diambil oleh Chevron pada 1 September lalu, sampel diambil sebanyak empat lokasi. Pertama, di lokasi kejadian keramba milik Kelompok Budidaya Ikan Ulak Ajo Jatuh. Kedua, di hilir pembuangan limbah. Ketiga, di hulu pembuangan limbah, dan keempat di lokasi pembuangan limbah. 

Uji sampel menyatakan hasilnya, bahwa seluruh air sungai sudah melebihi baku mutu. Berdasarkan PP Nomor 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran air ada empat kelas, kelas 1 baku mutu untuk air minum, kelas 2 baku mutu untuk wisata, kelas 3 baku mutu untuk budidaya, dan kelas 4 baku mutu untuk penyiraman tanaman.

"Jadi hasil uji laboratorium itu hasilnya diatas baku mutu yang nomor tiga. Sesuai PP Nomor 82 tahun 2001," kata Carlos.

Dia menambahkan, berdasarkan pengujian sampel Chevron dan DLH Rohil menyatakan kondisi air memang sudah tercemar. Air Sungai Rokan sudah tercemar sebelum terjadinya ikan mati. Hal ini dipicu dari beberapa faktor, karena Sungai Rokan ini juga terhubung dari berbagai daerah, selain dari pabrik yang ada di hulu, industri, limbah perkebunan hingga limbah rumah tangga mencemari air.

"Air limbah Chevron ini merujuk pada PermenLH Nomor 19 tahun 2010. Ini berdasarkan hasil uji laboratorium DLH dan Chevron ini sama, air Sungai Rokan sudah tercemar," sebutnya.

Jadi, sambung Carlos, kondisi air yang tercemar ini sangat variatif sehingga masih ada ikan yang masih mampu bertahan hidup, dan ketika baku mutu sangat tinggi maka ikan akan mati. Hal ini juga terjadi tidak diseluruh dasar air, melainkan hanya di lokasi tertentu.

"Ada ikan yang hidup dan ada yang mati. Ini disebabkan kondisi ikan ada yang tahan terhadap air tersebut ada yang tidak tahan, sehingga mengakibatkan ikan itu mati," papar Carlos.

"Kita sudah menyampaikan kepada pihak provinsi untuk menindaklanjuti kondisi air Sungai Rokan yang sudah tercemar. Karena Sungai Rokan ini merupakan sungai lintas kabupaten yang menjadi kewenangan provinsi," lanjutnya lagi.

Sementara itu, Kepala DLH Rohil, Suwandi SSos, menambahkan, Sungai Rokan merupakan kewenangan provinsi. Karena ada dua kabupaten yang terhubung oleh sungai itu, yaitu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Rohil. Jadi tanggungjawab terhadap sungai ini tentu dibawah koordinasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Riau.

"Kami akan sampaikan bahwa harus ada upaya-upaya penanggulangan bagaimana air sungai tidak tercemar kembali," sebutnya.

Tidak hanya sekali, kata Suwandi, ada semacam fenomena alam yang sewaktu-waktu, apa mungkin karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan air parit dari lahan pertanian dan perkebunan turun dan bermuara ke sungai akan membawa limbah-limbah zat kimia yang menyebabkan ikan mati.

"Kami akan surati Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau supaya aktif lagi, dan juga laporan dari Badan Pengelola Sungai Rokan ini memang sudah tercemar parah, maka nilai kemungkinan sewaktu-waktu apabila musim hujan tinggi  bisa menyebabkan ikan mati dibeberapa lokasi," ucapnya.*




Artikel Terbaru
kampar, Selasa, 26 Januari 2021
Bupati Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH menyerahkan ambulance untuk.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di.

nasional, Selasa, 26 Januari 2021
Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji.

pekanbaru, Selasa, 26 Januari 2021
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 di lingkungan.

potensa, Selasa, 26 Januari 2021
Labersa Garden Inn Hotel & Resort mengadakan promo kamar mulai dari.

rohul, Selasa, 26 Januari 2021
Kantor Desa Sungai Salak di Kecamatan Rambah Samo diduga sengaja.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Tim Jatanras Polres Inhu meringkus dua pelaku judi jenis Totol Gelap.

hukum, Selasa, 26 Januari 2021
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

rohil, Selasa, 26 Januari 2021
Diduga melakukan perusakan hutan dengan cara menebang tanpa izin dari.

dumai, Selasa, 26 Januari 2021
Update Perkembangan Covid-19 di Dumai hingga Minggu (24/1/2021).

Otomotif

Minggu , 24 Januari 2021