7 Jumadil Akhir 1442 H / Kamis, 21 Januari 2021
PSBM Mulai Diterapkan di Desa Tanjung Peranap
meranti | Rabu, 18 November 2020
Editor : wisly | Penulis : ali
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang didampingi Kapolres saat mengunjungi Desa Tanjung Peranap saat belum diterpakan PSBM.

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat mulai hari ini, Rabu (18/11/2020) hingga 14 hari kedepan.

Kebijakan diambil setelah ditemukan 17 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 11 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Selain itu, kondisi di desa tersebut masih dalam tahap pembenahan pasca terjadinya sesuatu hal yang menyebabkan masyarakat disana enggan dan menolak saat diisolasi, sehingga Pemkab perlu membuat suatu terobosan kebijakan untuk menenteramkan suasana desa tersebut.

"Masyarakat disini mungkin trauma ketika ada petugas kesehatan yang melakukan Swab dengan menggunakan baju Hazmat serta isu-isu yang liar yang berkembang. Sehingga harus ada kebijakan yang bisa menyejukkan, dalam rangka untuk menentramkan masyarakat, proses tracking dan Swab kita hentikan dan sebagai gantinya desa mulai hari ini akan kita lockdown selama 14 hari kedepan. Selama masa itu masyarakat disini tidak boleh keluar masuk," kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.

Skema PSBM, yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat serta melakukan pembatasan keluar masuk warga. Dengan adanya pembatasan warga yang keluar masuk, maka sejumlah ruas jalan harus ditutup atau dilakukan penyekatan.

Ada tiga titik posko yang didirikan untuk menjaga akses masuk dan keluar, di antaranya perbatasan Desa Tanjung Peranap dan Mengkikip, Pelabuhan Tanjung Peranap dan Pelabuhan Kampung Balak. Sementara itu, petugas gabungan yang dilibatkan, yakni sebanyak 18 orang dengan rincian dari Polri sebanyak 10, TNI 2 personil dan Pamong Praja sebanyak 6 personil.

"Ada tiga titik posko penjagaan dan kita menutup akses masuk dari pelabuhan utama dan pintu masuk di perbatasan desa. Yang diperbolehkan masuk hanya kapal motor yang mengangkut logistik bahan pokok masyarakat dan selanjutnya tetap ada pemberlakuan protokol kesehatan," kata Kapolsek Tebingtinggi Barat, IPTU AGD Simamora.

Sementara itu, dengan adanya pembatasan tersebut, desa sebelahnya, yakni Desa Mengkikip ikut terkena imbasnya. Dimana warga desa itu menjadikan jalan di Desa Tanjung Peranap sebagai akses utama untuk bepergian.*




Artikel Terbaru
dumai, Kamis, 21 Januari 2021
Berita duka kembali menyelimuti Kota Dumai, satu lagi pasien.

dunia, Kamis, 21 Januari 2021
Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden secepatnya.

pekanbaru, Kamis, 21 Januari 2021
Positif Civid-19 di Riau bertambah 123 kasus baru. Pekanbaru menjadi.

pekanbaru, Kamis, 21 Januari 2021
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir.

hukum, Kamis, 21 Januari 2021
Seakan tidak membiarkan perjudian jenis apapun marak di Kepulauan.

nasional, Kamis, 21 Januari 2021
Anggota DPR meminta Polri dibawah kepemimpinan Komjen Pol Listyo.

pekanbaru, Kamis, 21 Januari 2021
Pemerintah Kota (Pemko) masih belum bisa memastikan pelaksanaan.

kampar, Kamis, 21 Januari 2021
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar terus berupaya melaksanakan.

etalase, Kamis, 21 Januari 2021
Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V Jatmiko K Santosa.

pelalawan, Kamis, 21 Januari 2021
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan telah.

Otomotif


Senin , 21 Desember 2020