6 Jumadil Akhir 1442 H / Rabu, 20 Januari 2021
Kejati Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara Korupsi di Disdik Riau
hukum | Rabu, 25 November 2020
Editor : wisly | Penulis : Linda
ilustrasi

PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan media pembelajaraan (perangkat keras) Imformasi Teknologi dan Multimedia untuk SMA sederajat di Dinas Pendidikan (Disdik) Riau. Kerugian negara akibat tindakan tersangka masih dihitung.

Dua tersangka adalah  Hafes Timtim, mantan Kabid Pembinaan di Disdik Riau sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rahmad Dhanil selaku Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) yang menjadi rekanan proyek. Keduanya dilakukan penahanan kota.

"Kerugian negara masih dihitung. Kami bekerja sama dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," ujar  Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azazi, Rabu (25/11).
 
Hilman menyebutkan, jaksa penyelidik berupaya menuntaskan kasus ini hingga bisa ke pengadilan. Ia juga membantah adanya isu yang menyebutkan kalau penanganan kasus akan dihentikan karena penanganan kasus terkesan lamban.

"Kata siapa (dihentikan, red), itu kabar angin. Insya Allah (tetap lanjut, red)," tutur Hilman.

Diberitakan, Hafes Timim dan Rahmad Dahnil ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Juli 2020. Usai diperiksa, keduanya langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Dua pekan kemudian, permohonan pengalihan penahanan terhadap Hafes dan Rahman dikabulkan Kejati Riau. Tersangka mulai menjadi tahanan kota sejak 7 Agustus 2020, dan telah diperpanjang.

Hilman mengatakan, perpanjangan penahanan dilakukan karena proses pemberkasan terhadap kedua tersangka belum selesai.  Jaksa penyidik masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi berkas tersebut. 

Jika proses pemberkasan telah selesai, maka berkas akan diserahkan ke jaksa peneliti untuk ditelaah kembali. Jika masih ada kekurangan, jaksa peneliti akan mengembalikan berkas ke jaksa penyidik untuk dilengkapi lagi.

Sebelumnya, Kepala Kejati Riau, Mia Amiati, menyebutkan, ada kongkalingkong dalam pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk SMA di Disdik Riau.

Hafes selaku PPK  tidak melakukan survei harga pasar dalam kegiatan pengadaan tersebut, mesti pelaksanaanya menggunakan e-Catalog. Disinyalir, menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan pesanan broker, melakukan pengadaan dengan bersekongkol dengan pihak ketiga, serta menerima gratifikasi dan fasilitas dari pihak ketiga.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.  *




Artikel Terbaru
sportainment, Rabu, 20 Januari 2021
Mario Mandzukic resmi berlabuh ke AC Milan. Kedatangan Mario.

etalase, Rabu, 20 Januari 2021
Ketua FPK Tampil Sebagai Pembicara Dalam Diskusi Riau Sejahtera,.

hukum, Rabu, 20 Januari 2021
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengusut dugaan pungutan liar.

pekanbaru, Rabu, 20 Januari 2021
Kasus positif Covid-19 di Riau, Selasa (19/1/2021) kembali meningkat.

meranti, Rabu, 20 Januari 2021
Satu unit rumah milik warga Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi.

dunia, Rabu, 20 Januari 2021
Pejabat nomor dua di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin.

inhu, Rabu, 20 Januari 2021
Kasus Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus bertambah..

pelalawan, Rabu, 20 Januari 2021
Program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten.

etalase, Rabu, 20 Januari 2021
Ekonomi syariah berpotensi menjadi pendekatan alternatif dan motor.

etalase, Selasa, 19 Januari 2021
Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat karena efek dari pandemi.

Otomotif

Senin , 21 Desember 2020