14 Rajab 1442 H / Jumat, 26 Februari 2021
Jelang Sekolah Tatap Muka, Disdik Pekanbaru Koordinasi dengan Satgas Covid-19
pekanbaru | Senin, 18 Januari 2021
Editor : wisly | Penulis : Novi Kawandi
ilustrasi

PEKANBARU - Jelang proses belajar tatap muka, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru terus melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Rencananya sekolah tatap muka dimulai pada awal Februari 2021.

"Kita masih menanti hasil rapat bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pekanbaru," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Senin (18/1).

Ismardi menjelaskan, pemetaan wilayah sebaran Covid-19 di Pekanbaru telah rampung. Setiap kecamatan dilakukan pemetaan berdasarkan eskalasi kasus positif. 

Dalam pemetaan Kota Pekanbaru masih berada pada zona kuning atau resiko tingkat penyebaran rendah. Pada pelaksanaan sekolah tatap muka nanti, ditentukan per kecamatan untuk jumlah pertemuan sekolah tatap muka dalam satu pekan.

Namun, terkait teknis di lapangan dalam proses pembelajaran, disampaikan Ismardi akan dibahas dalam rapat bersama satgas covid-19 Pekanbaru. "Kita juga akan segera melaporkan persiapan ke Pak Walikota, agar bisa dibahas bersama tim satgas," sebut Ismardi.

Ismardi mengatakan, saat ini sekolah belum diperboleh melakukan belajar tatap muka. Para peserta didik masih belajar secara online dari rumah di masa pandemi Covid-19.

Ia menyebutkan, pemerintah kota mengambil kebijakan sesuai hasil pemetaan tersebut. Peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP akan memulai proses sekolah tatap muka secara serentak.

Sekolah tatap muka ini berlangsung secara terbatas. Kecamatan pada zona hijau dapat melaksanakan sekolah tatap muka sebanyak 3 kali dalam seminggu. Sementara kecamatan pada zona kuning bisa dua kali dalam seminggu.

"Ini sekolah tatap muka hanya penguatan dari belajar daring. Namun nanti kita putuskan lagi teknisnya seperti apa," katanya.

Seiring itu, pihak sekolah yang akan memulai proses sekolah tatap muka harus mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan di sekolah. 

DPRD Minta Kaji Ulang
Terpisah, anggota DPRD Pekanbaru, Yasser Hamidy, meminta Disdik mengkaji ulang rencana proses belajar tatap muka. Menurutnya, sekolah yang ingin melakukan belajar tatap muka harus dapat restu dari Satgas Covid-19.

"Kita (DPRD) gak ingin masalah penyebaran virus Covid-19 ini tidak selesai-selesai. Mungkin pandemi ini panjang. Jadi kita harus menimalisir hal-hal yang bisa membuat penyebaran Covid-19 semakin meluas," tutur Yasser.

Yasser tidak menampih ada orang tua yang ingin adanya belajar tatap muka. Namun, ia kembali mengingatkan akan penyebaran Covid-19. "Perlu diingat, kita tidak ingin penyebaran virus tidak akan selesai dengan pembelajaran tetap muka," tuturnya.

Yasser menegaskan Pemko Pekanbaru tidak hanya fokus dalam membatasi sekolah, melainkan pasar dan juga tempat pusat perbelanjaan yang tetap dipadati masyarakat tidak ada dibatasi. Tentu hal ini dikhawatirkan akan membuat laju penyebaran Covid-19.*




Artikel Terbaru
huawen, Jumat, 26 Februari 2021
Yayasan Panglima Empat Bersaudara (Dewa Kim Guan Sue) Jalan Pemuda.

bengkalis, Jumat, 26 Februari 2021
Kasmarni dan Bagus Santoso resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil.

pelalawan, Jumat, 26 Februari 2021
Sempena Hari Sampah Nasional, EMP Bentu Ltd melakukan penghijauan.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mendata.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Tiga Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada serentak Riau 2020 resmi.

meranti, Jumat, 26 Februari 2021
Muhammad Adil dan Asmar resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil.

sportainment, Jumat, 26 Februari 2021
Lengkap sudah peserta 16 besar Liga Europa musim ini. Uniknya, tak.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Pada Kamis (25/2) siang ini, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan.

nasional, Jumat, 26 Februari 2021
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan.

kuansing, Jumat, 26 Februari 2021
Kursi Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi dari Partai Golkar yang.

Otomotif