14 Rajab 1442 H / Jumat, 26 Februari 2021
Jual Satwa Dilindungi, Oknun ASN Pemprov Riau Ditangkap Polisi
hukum | Senin, 25 Januari 2021
Editor : wisly | Penulis : Linda
Tim Ditreskrimsus Polda Riau mengamankan pelaku AI dan Burung Betet yang dijualnya. Satwa dilindungi itu dijual melalui media sosial.

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum Khusus (Reskrimumsus) Polda Riau menangkap seorang oknum Aparatus Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Pria berinisial AI (34) itu diciduk karena menjual satwa dilindungi di media sosialnya.

AI ditangkap di kediamannya di Jalan Bukit Barisan, Gang Anggek, Kecamatan Tenayan Raya, belum lama ini.
Ia menjual satwa berupa Burung Betet (Psittacula Longicauda).

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, mengatakan AI menjual Burung Betet Sumatera melalui media sosial yaitu Facebook. Aktivitasnya terlacak oleh patroli siber Polda Riau.

Dijelaskan Andri, pada Jumat (22/1), Tim Ditreskrimsus menemukan Facebook atas nama Viet. Akun itu  menjual Burung Betet. Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim siber.

"Tim melakukan undercover buy terhadap pemilik akun. Bertempat di sebuah rumah yang terletak di Jalan Bukit Barisan, , Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru dilakukan transaksi terhadap penjual," ujar Andri, Senin (25/1).

Awalnya saat dilakukan pembelian, penjual hanya memperlihatkan 8 ekor Burung Betet. Dari hasil interogasi, akhirnya pelaku mengakui memiliki Burut Betet lainnya.

"Pelaku mengaku masih mempunyai 21 ekor Burung Betet. Satwa itu disembunyikan di belakang rumah pelaku," jelas Andri.

Tanpa perlawanan AI dan barang bukti berupa 29 ekor Burung Betet serta 4 keranjang dibawa ke Mapolda Riau untuk penyidikan lebih lanjut. Polda Riau langsung berkoordinasi dengan  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

BBKSD Riau menyatakan, Burung Betet termasuk kategori satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Atas perbuatannya, AI dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat 2 UU RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Ancaman hukumannya penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.*




Artikel Terbaru
huawen, Jumat, 26 Februari 2021
Yayasan Panglima Empat Bersaudara (Dewa Kim Guan Sue) Jalan Pemuda.

bengkalis, Jumat, 26 Februari 2021
Kasmarni dan Bagus Santoso resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil.

pelalawan, Jumat, 26 Februari 2021
Sempena Hari Sampah Nasional, EMP Bentu Ltd melakukan penghijauan.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mendata.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Tiga Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada serentak Riau 2020 resmi.

meranti, Jumat, 26 Februari 2021
Muhammad Adil dan Asmar resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil.

sportainment, Jumat, 26 Februari 2021
Lengkap sudah peserta 16 besar Liga Europa musim ini. Uniknya, tak.

pekanbaru, Jumat, 26 Februari 2021
Pada Kamis (25/2) siang ini, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan.

nasional, Jumat, 26 Februari 2021
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan.

kuansing, Jumat, 26 Februari 2021
Kursi Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi dari Partai Golkar yang.

Otomotif