16 Rajab 1442 H / Minggu, 28 Februari 2021
Demo Kejati, Mahasiswa di Pekanbaru Minta Rekannya Dibebaskan
hukum | Senin, 22 Februari 2021
Editor : wisly | Penulis : Linda
AKSI SOLIDARITAS - Hampir seratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan Kejati Riau, Senin (22/2). Mereka meminta rekannya, Sayuti Munte, dibebaskan dari jeratan hukum.

PEKANBARU - Hampir seratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Pekanbaru melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (22/2). Mereka menuntut rekannya, Sayuti Munte, dibebaskan dari penjara dan jeratan hukum.

Diketahui, Sayuti Munte diduga terlibat perusakan mobil operasional milik Satuan Lalu Lintas (Satlantas)  pada demo penolakan Omnibus Lau di DPRD Riau, Oktober 2020 lalu. Saat ini, ia ditahan dan masih dalam proses persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Sayuti Munte dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan. Pekan depan, ia akan mengajukan pembelaan atau pledoi atas tuntutan tersebut.

Aksi massa mulai dilakukan pada pukul  15.00 WIB. Mereka yang mengelar aksi berasal dari berbagai kampus. Diantaranya, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning dan Stikes Hang Tuah. 

Mereka menggelar aksi dengan membawa spanduk berisi kekecewaan atas penegakan hukum yang ada.''Hukum dibungkam, bebaskan Sayuti,'' bunyi salah satu spanduk yang dibentangkan pendemo. 

Presiden BEM UIR Novyanto dalam orasinya menyebut aksi mereka adalah gerakan penyelamatan demokrasi. "Hari ini ada satu diantara kita tidak bergabung di barisan kita. Sayuti Munte. Kita disini menjemput keadilan. Sayuti dituntut tiga tahun enam bulan. Ini bukti matinya demokrasi," tuturnya.

Sebagai informasi, Sayuti Munte  ditahan aparat kepolisian atas tuduhan perusakan mobil Satlantas Polda Riau saat aksi berlangsung. Sayuti yang merupakan mahasiswa UIR ini ditahan sejak sejak 24 Oktober 2020 lalu. 

Novyanto melanjutkan, mereka meminta agar Sayuti dibebaskan. "Sepakat kawan-kawan kita minta Sayuti Munte dibebaskan," imbuhnya. 

Para pendemo ditemui Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan.''Kami minta adik-adik bersabar. Jika memang hakim mendapat tidak bersalah, akan dibebaskan," singkatnya. 

Muspidauan menyebutkan, saat ini persidangan masih berlangsung. Tuntutan 3 tahun 6 bulan bukanlah akhir dari proses hukum terhadap Sayuti Munti karena masih ada proses lainnya.

"Masih ada pledoi, silahkan dikawal. Belum berakhir, putusan akhir ada di pengadilan. Apakah dia dibebaskan, nanti pengadilan yang memutuskan," tutur Muspidauan.

Mendengar penjelasan Muspidauan, massa menyatakan akan mengawal persidangan hingga tuntas. Massa didampingi puluhan personel kepolisian lalu membubarkan diri dengan tertib.*




Artikel Terbaru
nasional, Minggu, 28 Februari 2021
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan sebanyak 38 juta.

meranti, Minggu, 28 Februari 2021
Kabut asap terlihat menyelimuti hampir seluruh wilayah di Kabupaten.

sportainment, Minggu, 28 Februari 2021
Barcelona pulang dari laga sulit kontra Sevilla dengan tiga poin. Gol.

meranti, Minggu, 28 Februari 2021
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang mengusulkan.

nasional, Minggu, 28 Februari 2021
Pemerintah melaporkan kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah.

huawen, Minggu, 28 Februari 2021
Panitia Imlek Bersama yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa,.

pekanbaru, Minggu, 28 Februari 2021
Pemerintah provinsi Riau, mulai hari Senin (1/3) akan memulai.

dunia, Sabtu, 27 Februari 2021
Pemerintah China untuk kesekian kalinya mengundang utusan Uni Eropa.

rohil, Sabtu, 27 Februari 2021
Polisi Sektor (Polsek) Bangko bersama Satuan tugas (Satgas) Kebakaran.

huawen, Minggu, 28 Februari 2021
Yayasan Panglima Empat Bersaudara (Dewa Kim Guan Sue) Jalan Pemuda.

Otomotif