28 Sya'ban 1442 H / Minggu, 11 April 2021
Karhutla di Rangsang, Kabut Asap Selimuti Sebagian Wilayah Kepulauan Meranti
meranti | Minggu, 28 Februari 2021
Editor : wisly | Penulis : Ali
Asap membuat jarak pandang di Kota Selatpanjang menjadi terbatas.

SELATPANJANG - Kabut asap terlihat menyelimuti hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (28/2/2021) pagi. Kabut asap ini merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan, asap itu membuat jarak pandang di Kota Selatpanjang hanya sejauh tiga kilometer. Kabut asap mulai terlihat parah sejak pukul 06.00 WIB. Akan tetapi, kondisi itu tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat yang telah merasakan udara segar sejak sepekan ini.

Kepala Seksi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Pulau Tebingtinggi, khususnya di Kota Selatpanjang dan beberapa pulau lainnya diakibatkan kebakaran yang terjadi di Pulau Rangsang. Menurutnya, kabut asap ini terjadi karena arah angin yang berhembus ke wilayah perkotaan. Namun kondisi itu diprediksi tidak berlangsung lama.

"Kabut asap ini terjadi akibat karhutla yang terjadi di Pulau Rangsang, ada enam desa yang mengalami kebakaran disana. Sementara angin utara yang berhembus kencang membawa asap menyelimuti beberapa pulau. Dan kebakaran di Kampung Balak tentunya akan membawa kabut asap ke Kabupaten Pelalawan," kata Ekaliptus, Minggu (28/2/2021).

Untuk luas kebakaran, dikatakan Ekaliptus pihaknya belum menghitung secara keseluruhan karena saat ini sedang fokus melakukan upaya pemadaman dan proses pendinginan.

"Saat ini kami belum menghitung secara keseluruhan luas kebakaran yang terjadi karena masih dalam proses pemadaman dan pendinginan. Kebakaran di Rangsang belum padam, namun di Pulau Tebingtinggi tepatnya di Desa Tanjung Peranap api kembali membara dan kami menggeser sebagai anggota disana," ujar Ekaliptus.

Dikatakan potensi kebakaran di Kepulauan Meranti cukup tinggi lantaran wilayah tersebut tidak lagi diguyur hujan dalam sebulan terakhir.

"Memasuki musim kemarau ini mengakibatkan lahan dan hutan menjadi kering ditambah angin cukup kencang sehingga, rawan terjadi kebakaran. Maka dari itu, siapapun warga agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Eka.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Jika memang ditemukan atau ditangkap ada pelaku pembakaran hutan dan lahan, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan Kapolres tersebut, terkait dengan terpantaunya beberapa titik api di daerah itu. Titik api tersebut muncul diduga akibat masyarakat melakukan pembakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau sekarang.

"Kita tidak main-main soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Siapapun pelakunya bila terbukti membakar hutan dan lahan pada musim kemarau akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.*




Artikel Terbaru
etalase, Minggu, 11 April 2021
Setelah dibentuk berapa bulan lalu, perwakilan pengurus Pejuang Subuh.

bengkalis, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta Komisariat Bengkalis (IPRY-KB).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu, 10 April 2021.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membuat Surat Edaran (SE).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang.

huawen, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) dan TITD.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin.

etalase, Minggu, 11 April 2021
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Minggu, 11 April 2021
Acara wisuda LXII Strata-1 (S1) dan Pascasarjana XII Universitas.

politik, Minggu, 11 April 2021
Pengurus DPD Partai Era Masyarakat Sejahtera (Partai Emas) Riau yang.

Otomotif