28 Sya'ban 1442 H / Minggu, 11 April 2021
Karhutla di Tanjung Peranap Hampir Mendekati Rumah Warga
meranti | Minggu, 28 Februari 2021
Editor : wisly | Penulis : ali
Warga yang sekitar rumahnya terbakar berusaha memadamkan api secara manual.

SELATPANJANG - Kencangnya tiupan angin mengakibatkan kebakaran lahan gambut di Dusun Kampung Balak Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat semakin mengganas.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) itu semakin mendekati rumah warga.
Warga yang panik pun berhamburan keluar, karena jarak api dengan rumah sangat dekat, sekitar 3 meter. 

Warga yang sekitar rumahnya terbakar berusaha memadamkan api secara manual dengan memukulkan batang kayu ke titik api serta menyiram dengan air seadanya. Tak terkecuali kaum ibu-ibu, mereka juga turut serta ikut memadamkan api.

Namun warga kewalahan karena sumber air terbatas, sumur pun hampir kering sejak awal musim kemarau.
Titik api muncul secara menyebar karena bara tertiup angin dan membakar semak belukar lain yang tingginya bisa mencapai 2 meter.

Kepala Desa Tanjung Peranap, Aswandi yang dikonfirmasi mengenai hal itu mengatakan bersama warga lainnya bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga akhirnya api bisa dihalau.

"Kami masih terus berusaha memadamkan api khususnya di lokasi yang berdekatan dengan permukiman dan rumah warga, hal ini kita lakukan agar api tidak membakar rumah," kata Aswandi.

Dikatakan, selain mendekati rumah warga, api yang sudah merambat ke tepian jalan juga hampir membakar kabel listrik PLN.

"Angin bertiup terlalu kencang dan membawa bara sehingga api menyebar lebih cepat ke lokasi yang belum terbakar. Saat ini api sudah merambat hingga ke tepian jalan dan hampir saja membakar kabel listrik," kata Aswandi lagi.

Dikatakan kawasan yang terbakar merupakan hamparan luas yang terdiri dari vegetasi semak belukar.

"Saat ini, lokasi yang terbakar sangat luas dan kira-kira sudah mencapai 8 hektar lebih. Untuk penyebabnya, menurut informasi warga api berasal dari seseorang yang memerun," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan hingga saat ini, kawasan tersebut masih terbakar. Hampir berjam-jam lamanya pemadam kebakaran sudah berkali-kali mengambil air dan membasahi lahan, namun tidak bisa memadamkan seluruhnya. Warga masih berjaga untuk mengantisipasi api membakar kediaman mereka. Hingga sore hari api sudah bisa dikembalikan

"Menjelang sore hari api sudah bisa ditangani. Saat ini sedang dilakukan proses pendinginan," kata Ekaliptus.

Ditambahkan, selain masyarakat yang ikut memadamkan api, petugas BPBD bersama TNI dan Polsek Tebingtinggi Barat juga mengerahkan kekuatan penuh untuk menaklukkan karhutla yang terjadi di ujung barat pulau Tebingtinggi itu.*




Artikel Terbaru
etalase, Minggu, 11 April 2021
Setelah dibentuk berapa bulan lalu, perwakilan pengurus Pejuang Subuh.

bengkalis, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta Komisariat Bengkalis (IPRY-KB).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu, 10 April 2021.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membuat Surat Edaran (SE).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang.

huawen, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) dan TITD.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin.

etalase, Minggu, 11 April 2021
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Minggu, 11 April 2021
Acara wisuda LXII Strata-1 (S1) dan Pascasarjana XII Universitas.

politik, Minggu, 11 April 2021
Pengurus DPD Partai Era Masyarakat Sejahtera (Partai Emas) Riau yang.

Otomotif