14 Zulqaidah 1442 H / Kamis, 24 Juni 2021
Selama Kurun Waktu 26 Tahun, Abrasi di Pulau Bengkalis 59 Ha per Tahun
bengkalis | Rabu, 3 Maret 2021
Editor : wisly | Penulis : zul
BERI SAMBUTAN - Wabup Bengkalis, Bagus Santoso, memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pemecah gelombang di Desa Muntai Barat, Selasa (2/3). (hms)

BANTAN - Pada kurun waktu 26 tahun terakhir telah terjadi abrasi di Pulau Bengkalis dengan laju abrasi rata-rata 59 Ha per tahun. Laju abrasi terparah yaitu berada dibagian Barat Pulau Bengkalis, tepatnya di Desa Prapat Tunggal bagian Utara dengan laju abrasi sekitar 32,5 M per tahun.

“Di sepanjang pesisir pantai bagian Utara yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, dan pada Tanjung bagian Selatan Pulau Bengkalis dengan abrasi mencapai 2–7 M per tahun,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis, Bagus Santoso.

Ungkapan tersebut disampaikan Bagus Santoso, pada acara Peletakan Batu Pertama Uji Coba Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Desa Muntai Barat,  di Pantai Wisata Raja Kecik, Kecamatan Bantan, Selasa (2/3). Gubernur Riau, Syamsuar mendapat kehormatan untuk melakukan peletakan batu pertama uji coba pemecah gelombang.

"Alhamdulillah, hari ini (Selasa, red) rekan-rekan dari pemuda melayu peduli lingkungan telah berinovasi dan memberikan edukasi kepada kita semua dengan memanfaatkan potensi atau kearifan lokal yang ada di Kabupaten Bengkalis yang bisa dijadikan sebagai infrastruktur pemecah gelombang," kata Bagus lagi.

Di kesempatan itu, Bagus menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang secara teknis telah berusaha melakukan penanggulangan abrasi dengan membangun infrastruktur pengaman pantai melalui dana APBD Kabupaten Bengkalis dengan jumlah biaya sebesar Rp326.575.506.736, dalam kurun waktu 8 tahun.

"Untuk penanggulangan abrasi pantai kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar Kabupaten Bengkalis ini membutuhkan biaya sebesar Rp2.367.300.000.000,00. Mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan untuk penanggulangan abrasi pantai di Kabupaten Bengkalis, untuk itu diperlukan kolaborasi dan kerja sama melalui sumber dana APBN maupun APBD Provinsi Riau dan APBD Kabupaten Bengkalis," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, H Syamsuar, mengatakan, tidak banyak masyarakat di Riau yang peduli sama lingkungan, apalagi saat ini terkait masalah abrasi pantai sudah menjadi peraturan pemerintah pusat. 

“Yang kita butuhkan kolaborasi dan kerja sama sehingga kita bisa menarik dana APBN karena abrasi di Riau seluas 167 kilometer, saat ini yang sudah masuk RPJMN seluas 139 kilometer,” ucap Syamsuar.*




Artikel Terbaru
politik, Kamis, 24 Juni 2021
'Nyapres 2024', menganalisa terkait potensi peta koalisi partai.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih mengkaji rencana penambahan.

hukum, Kamis, 24 Juni 2021
Motif pembunuhan Siti Hamidah warga Tapung, Kampar yang jasadnya.

nasional, Kamis, 24 Juni 2021
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan bantuan.

siak, Kamis, 24 Juni 2021
Budaya Melayu memang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Riau,.

inhu, Kamis, 24 Juni 2021
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK beserta rombongan melaksanakan.

otomotif, Kamis, 24 Juni 2021
Memberikan kemudahan serta keuntungan bagi masyarakat Riau, PT.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Penerbang pesawat tempur F-16 TNI AU dan F-16 United State Pacific.

etalase, Kamis, 24 Juni 2021
Dorong para pemuda Rumbai Pekanbaru berwira usaha, Universitas.

Otomotif