28 Sya'ban 1442 H / Minggu, 11 April 2021
Bangga Diundang KLHK
Peternak Sapi Binaan PT RAPP Presentasikan Teknik Produksi Kompos
pelalawan | Sabtu, 6 Maret 2021
Editor : wisly | Penulis : rls/vivi
Kegiatan e-learning Pelatihan Kompos di Kawasan Hutan yang diselenggarakan KLHK bekerjasama denga APHI yang mengusung tema “Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan.

PANGKALAN KERINCI – Yohanas (56), warga Desa Banjar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merasa bangga diundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk berbagi pengalaman kepada para peternak se-Indonesia.

Yohanas terlihat percaya diri menyampaikan materi pembesaran ternak sapi potong dan produksi pupuk kompos organik di kawasan hutan.

Kegiatan e-learning ini digelar oleh KLHK bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para petani mitra. Kegiatan ini berlangsung secara daring dari Kamis (25/2) hingga Rabu (10/3/2021) mendatang.

“Awalnya kami mendapat bantuan bergulir 20 ekor sapi dari PT RAPP, lalu kami kembangkan dan produksi kompos ini untuk menambah operasional ternak,” kata Yohanas, ketika dihubungi Jumat (5/3/2021).

Yohanas menambahkan sejak tahun 2008, Kelompok Tani Sejahtera Andalan yang ia ketuai juga mendapatkan pembinaan dari program Community Development (CD) PT RAPP dalam bentuk sistem pertanian terpadu atau Integrated Farming System (IFS).

“Dukungan dari PT RAPP sangat membantu kami, seperti adanya bantuan material bangunan kandang dan rumah kompos, fasilitas kandang, alat pencincang kompos atau pakan serta pengairan, bahkan pemasaran kita juga difasilitasi perusahaan,” jelasnya.

Saat ini, kelompok tani yang beranggotakan 20 orang ini mampu memproduksi 3-4 ton per bulan. Mereka juga sukses menjual 27 ekor sapi di Benai, Pangkalan Kerinci dan Pekanbaru tahun 2020 lalu.

Kasubdit Rencana Kerja Usaha dan Produksi Hutan Tanaman, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK, Hendro Wijanarko mengatakan pelatihan ini sebagai upaya pembekalan teknis budidaya atau produksi tanaman hotikultura, pengemasan dan pemasarannya.

“Ini sangat penting meningkatkan kapasitas petani mitra untuk berkompetisi memenangkan penetrasi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, program e-learning ini dibagi dalam beberapa sesi yaitu pembuatan kompos, pengembangan hortikultura melalui pola agroforestri, budidaya madu, pemanfaatan embung untuk budidaya ikan dan kegiatan peternakan serta Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).*

 

 




Artikel Terbaru
etalase, Minggu, 11 April 2021
Setelah dibentuk berapa bulan lalu, perwakilan pengurus Pejuang Subuh.

bengkalis, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta Komisariat Bengkalis (IPRY-KB).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu, 10 April 2021.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membuat Surat Edaran (SE).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang.

huawen, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) dan TITD.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin.

etalase, Minggu, 11 April 2021
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Minggu, 11 April 2021
Acara wisuda LXII Strata-1 (S1) dan Pascasarjana XII Universitas.

politik, Minggu, 11 April 2021
Pengurus DPD Partai Era Masyarakat Sejahtera (Partai Emas) Riau yang.

Otomotif