28 Sya'ban 1442 H / Minggu, 11 April 2021
Pemkab Pelalawan Lanjutkan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan
pelalawan | Selasa, 9 Maret 2021
Editor : wisly | Penulis : ndy
Bupati Pelalawan, HM Harris saat diskusi terkait Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan di Pelalawan. (ndy)

PELALAWAN - Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan (KSB) di Kabupaten Pelalawan yang merupakan turunan dari Rencana Aksi Nasional (RAN) yang tertuang dalam Inpres 6/2019, bertujuan agar para petani memiliki marwah sendiri dalam menjual produksi kelapa sawit. 

Hal ini terungkap dalam diskusi terkait pelaksanaan mandat Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan, yang digelar di ruang command center Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (9/3). Hadir Bupati Pelalawan, HM Harris, Kadis DPMTSP Pelalawan Ir Budi Surlani, Kadis Lingkungan Hidup, Eko Novitra, Kabid Penyuluhan, Pemasaran dan Peternakan Disbun Pelalawan, Heri Hadisyah Putra dan sejumlah jurnalis undangan dari UNDP dan Good Growth Parthnership (GGP). 

Bupati menyatakan apresiasinya atas kunjungan UNDP dan GGP ke Kabupaten Pelalawan dalam kaitannya mensosialisasikan Inpres 6/2019 terkait RAN KSB di Pelalawan. Pasalnya, sampai saat ini, perkebunan kelapa sawit masih memegang peranan penting bagi petekonomian di daerah ini. 

"Dengan lahan kelapa sawit seluas 400 ribu hektare dan itu setara dengan 10% dari luas total lahan kelapa sawit di Riau, dengan lebih dari 1/3 luas lahan tersebut adalah milik pekebun rakyat," ujarnya. 

Ditambahkannya, aspek keberlanjutan kelapa sawit sebagai komoditas menjadi kunci bagi perekonomian di daerah ini. Hal ini juga yang membuat Kabupaten Pelalawan termasuk dalam daerah prioritas pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sesuai Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan. 

"Dalam Inpres tersebut memuat tugas kepala daerah dalam mengembangkan kebijakan kelapa sawit berkelanjutan dengan membentuk forum multi pihak yang akan merumuskan Rencana Aksi di tingkat kota/kabupaten," terangnya. 

Dikatakannya, proses perancangan rencana  aksi dimulai dengan pembentukan dan penetapan Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FOKSBI) Kabupaten Pelalawan melalui SK Bupati 601/2017 dengan anggota meliputi dinas terkait, asosiasi petani, pelaku usaha/swasta, LSM dan perguruan tinggi. 

"Adanya pandemi Covid-19, rangkaian proses finalisasi dan legalisasi RAK KSB Pelalawan sempat dilakukan secara virtual pada pertengahan 2020 hingga mendapatkan pengesahan melalui Perbup No. 73/2020 tentang Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Pelalawan tahun 2020-2024," jelasnya. *




Artikel Terbaru
etalase, Minggu, 11 April 2021
Setelah dibentuk berapa bulan lalu, perwakilan pengurus Pejuang Subuh.

bengkalis, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta Komisariat Bengkalis (IPRY-KB).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu, 10 April 2021.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membuat Surat Edaran (SE).

nasional, Minggu, 11 April 2021
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang.

huawen, Minggu, 11 April 2021
Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) dan TITD.

pekanbaru, Minggu, 11 April 2021
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin.

etalase, Minggu, 11 April 2021
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

etalase, Minggu, 11 April 2021
Acara wisuda LXII Strata-1 (S1) dan Pascasarjana XII Universitas.

politik, Minggu, 11 April 2021
Pengurus DPD Partai Era Masyarakat Sejahtera (Partai Emas) Riau yang.

Otomotif