14 Zulqaidah 1442 H / Kamis, 24 Juni 2021
Miris, Stadion di Kepulauan Meranti Disulap Jadi Kebun Cabai
meranti | Minggu, 21 Maret 2021
Editor : wisly | Penulis : ali
Stadion mini di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG - Miris sekali, setelah bertahun-tahun lamanya tidak digunakan untuk bertanding, Stadion mini di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti berubah fungsi.

Stadion tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam cabai dan berbagai macam sayuran.

Dari pantauan, kebun cabai tersebut dibuat dengan rapi di tengah hamparan lapangan. Tampak gundukan tanah yang telah dicangkul dan sudah ditutupi dengan terpal dan siap ditanami.

Stadion yang dibangun pada zaman Bengkalis dan menjadi salah satu aset milik pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti itu tak lagi dipakai.

Stadion yang sempat dijadikan sebagai arena latihan dan menghelat laga persahabatan antar klub tersebut sudah sangat lama tidak digunakan.
Akibatnya, warga sekitar akhirnya memanfaatkan lahan di bagian lapangan untuk bercocok tanam.

Beberapa fasilitas stadion juga tampak tak terawat. Deretan tempat duduk penonton dipenuhi lumut. Rumput di tengah stadion juga tampak tak terurus.

Camat Merbau, Abdul Hamid yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku sudah mengetahui ada warga yang berkebun di stadion tersebut.

"Kemaren ada warga yang ingin bercocok tanam disana dan sudah minta izin ke pihak kelurahan dan kecamatan. Saya sudah memberikan izin terhadap hal itu untuk mengolah lahan stadion dan perkantoran yang tidak terpakai dan terawat. Itu lebih baik daripada dibiarkan semak, namun kita mengingatkan yang ditanamkan hanya tanaman yang tidak keras seperti sayur dan cabai," kata Hamid, Minggu (21/3/2021).

Dia mengatakan stadion tersebut sudah sangat lama tidak digunakan sehingga kerap dijadikan sebagai tempat maksiat.

"Stadion ini sudah sangat lama tidak digunakan, dan jika dimanfaatkan sebagai kebun itu lebih bagus daripada selama ini lokasi itu dijadikan sebagai tempat maksiat anak muda seperti mesum, nyabu dan lain sebagainya," ujar Abdul Hamid.

Sementara itu penggiat sepakbola Kepulauan Meranti, Wira Hardani menyayangkan kondisi tersebut. Bagaimana mungkin, stadion yang berfungsi sebagai tempat berolahraga bisa sampai dijadikan kebun.

Kondisi itu disinyalir merupakan dampak dari setelah tak ada lagi aktivitas sepak bola di stadion tersebut.

Mantan pemain PSPS itu mendesak agar segera dilakukan kongres PSSI di tingkat kabupaten, sehingga dengan begitu kompetisi berjenjang antar desa di kecamatan bisa terlaksana dan rutin dilaksanakan.

"Sangat sayang itu kan fasilitas olahraga bukan pertanian. Kalau mau berbuat, sepakbola kita bisa hidup. Saya rasa di kampung-kampung punya semangat tinggi untuk menghidupkan sepak bola ini, tinggal mengemasnya lagi seperti apa," ungkap Wira yang saat ini sedang fokus memberikan pelatihan kepada atlet sepakbola Kabupaten Siak.*




Artikel Terbaru
politik, Kamis, 24 Juni 2021
'Nyapres 2024', menganalisa terkait potensi peta koalisi partai.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih mengkaji rencana penambahan.

hukum, Kamis, 24 Juni 2021
Motif pembunuhan Siti Hamidah warga Tapung, Kampar yang jasadnya.

nasional, Kamis, 24 Juni 2021
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan bantuan.

siak, Kamis, 24 Juni 2021
Budaya Melayu memang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Riau,.

inhu, Kamis, 24 Juni 2021
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK beserta rombongan melaksanakan.

otomotif, Kamis, 24 Juni 2021
Memberikan kemudahan serta keuntungan bagi masyarakat Riau, PT.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Penerbang pesawat tempur F-16 TNI AU dan F-16 United State Pacific.

etalase, Kamis, 24 Juni 2021
Dorong para pemuda Rumbai Pekanbaru berwira usaha, Universitas.

Otomotif