Selasa | 18 Juni 2019
Jelang Bakar Tongkang, Kelenteng Ing Hok King Ramai Didatangi Warga
Ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).


Selasa | 18 Juni 2019
Melihat Lebih Dekat Kampung Tionghoa di Ibukota
Kampung Tionghoa adalah hunian dan kawasan perdagangan di Cibubur, Jakarta.


Senin | 17 Juni 2019
Bupati Rohil Tinjau Persiapan Pembangunan Masjid Cheng Ho
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp didampingi beberapa Pimpinan.

Rubrik : pekanbaru | Kamis , 25 April 2019
Razia, Satpol PP Pekanbaru Temukan Alat Hisap Sabu
Editor : wisly | Penulis: Delvi Adri
Satpol PP Kota Pekanbaru melakukan razia.

PEKANBARU - Badan Satpol PP Kota Pekanbaru melakukan razia, Rabu (24/4/2019) malam. Sasarannya warung Internet (Warnet) yang beroperasi hingga larut malam. 

Saat razia, petugas Satpol PP Pekanbaru mendapatkan temuan mengejutkan. Mereka menemukan seperangkat alat isap sabu saat razia di Citra Net.

Saat petugas datang para pengunjung warnet di Jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru ini pun berhamburan dari warnet. Ada di antaranya pemuda mencurigakan lari.

Pemuda ini berlari tanpa alas kaki. Petugas Satpol PP Kota Pekanbaru bersama Petugas Satpol PP Provinsi Riau berusaha, tapi kehilangan jejak. Petugas cuma berhasil menyita seperangkat alat hisap sabu atau bong.

Mereka juga menyita empat sisa bungkusan sabu dan dua bong. Kedua bong dibuat dari bekas minuman kemasan.

Petugas langsung meminta keterangan dari operator warnet. Ia mengaku tidak tahu ada pengunjung yang mengisap sabu di warnet.

"Saya ketiduran tadi. Saya tidak tahu ada yang makai sabu," ujar pemuda 19 tahun.

Ada dugaan warnet ini tempat pesta sabu. Ia tidak menampik karena pernah ada pengunjung kedapatan menyalahgunakan sabu. Kepolisian Pekanbaru sempat menggerebek warnet itu beberapa waktu lalu.

"Kalau dulu memang ada, waktu itu ada yang ketangkap makai sabu di lantai dua," jelasnya.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono menyebut bahwa pihaknya langsung memberi informasi temuan ini kepada Kepolisian Pekanbaru. Sejumlah barang bukti sudah disita petugas.

"Kami bakal kordinasi dengan pihak kepolisian. Nanti pihak kepolisian bakal menindaklanjutinya," jelas Agus.

Saat itu petugas juga menutup paksa warnet. Sebab pengelola beroperasi melewati jadwal operasional hiburan malam. Mereka harus tutup pada pukul 22.00 WIB sesuai Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 3 tahun 2002 tentang hiburan umum.* 
 




Berita Lainnya