28 Ramadhan 1442 H / Senin, 10 Mei 2021
Maskapai Dilarang Angkut Penumpang Selama 6-17 Mei 2021
nasional | Jumat, 9 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : okezone.com
ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk melarang masyarakat untuk mudik Lebaran pada tahun ini guna menekan penyebaran virus covid-19. Salah satu langkahnya adalah dengan melarang seluruh moda transportasi termasuk udara untuk beroperasi dalam periode 6-17 Mei 2021.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021 tentang larangan mudik lebaran. Selain itu juga mengacu pada Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, larangan operasional pada mudik Lebaran juga berlaku pada moda transportasi udara. Di mana pesawat dilarang untuk membawa penumpang selama periode 6-17 Mei 2021.

“Pelarangan sementara penggunaan transportasi udara berlaku untuk angkutan udara niaga dan bukan niaga,” ujarnya dalam konfernesi pers virtual, Kamis (8/4/2021).

Meskipun begitu, ada beberapa pengecualian juga untuk moda transportasi udara bisa beroperasi. Nantinya, maskapai yang akan melakukan penerbangan dapat menggunakan izin rute eksisting, atau mengajukan Flight Approval (FA) kepada Ditjen Perhubungan Udara.

Adapun penerbangan yang dikecualikan dari larangan sementara adalah penerbangan yang mengangkut pimpinan lembaga tinggi negara RI dan tamu kenegaraan. Kemudian operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Lalu yang ketiga adalah operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) yang melakukan pemulangan warga negara indonesia maupun warga negara asing. Kemudian yang keempat adalah untuk operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.

Selanjutnya adalah untuk angkutan kargo, serta operasional angkutan udara perintis. Dan terakhir adalah operasional lainnya dengan seizin dari Ditjen Perhubungan Udara.

"Pelarangan ini bersifat menyeluruh, namun masih ada pengecualian karena kita tahu bahwa transportasi udara ini mempunyai karakteristik yang khusus untuk bisa menghubungkan satu titik dengan titik yang lain," jelasnya.*

 




Artikel Terbaru
etalase, Senin, 10 Mei 2021
Rumah Yatim Cabang Riau pada Minggu (9/5) menyalurkan program bantuan.

sportainment, Senin, 10 Mei 2021
Real Madrid nyaris tumbang saat menghadapi Sevilla di Liga Spanyol..

dumai, Senin, 10 Mei 2021
Kapal MT ARK Progress yang berada di zona karantina mendapat.

meranti, Senin, 10 Mei 2021
Balek kampong' atau  disebut dengan mudik sudah jadi tradisi yang.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau terus bertambah..

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Sebanyak 6 ribu guru sekolah negari dan swasta di Kota Pekanbaru.

kampar, Senin, 10 Mei 2021
Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan tanah longsor yang terjadi di.

inhu, Senin, 10 Mei 2021
Kapolres AKBP Efrizal membagikan paket sembako kepada warga terkena.

etalase, Senin, 10 Mei 2021
Beragam cara dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam memaknai.

Otomotif