12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Bikin Haru, Suami Jenguk Istrinya dari Luar Pagar, Ini Kata Direktur RSUD Kepulauan Meranti
meranti | Selasa, 13 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : ali
Tangkapan layar di Facebook, dimana seseorang harus memandang jauh perempuan dari balik pagar.

SELATPANJANG - Keluarga pasien Covid-19 kerap menjenguk pasien yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti.

Walaupun tidak diberikan izin untuk masuk, akhirnya keluarga terpaksa berdiri dan tertahan sampai depan pagar halaman RSUD tanpa boleh bertemu atau bertatap muka dengan pasien.

Keadaan seperti itu pun yang terjadi pada seorang warga Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat. Dimana ia harus memandang jauh perempuan dari balik pagar. Perempuan yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga diketahui tengah mengandung.

Momen yang mengharukan itu dibagikan oleh pengguna Facebook bernama Ahmad Munazir. Rupanya, perempuan merupakan istrinya yang diketahui hamil tua anak kedua mereka.

"Jeruji pembatas kesabaran. Cepat sehat dan semangat istri ku," tulisnya di beranda Facebook.

Sontak saja postingan tersebut mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet. Kebanyakan mereka sangat berempati dengan keadaan seperti itu dan berkomentar memberikan dukungan moril bagi Ahmad Munazir.

"Kami sekeluarga pernah merasakan saat salah satu keluarga ada yang dikarantina... semoga Allah merahmati dan memberikan kesembuhan supaya istri saudaraku Ahmad Munazir dapat berkumpul bersama lagi," tulis Andi Irwansyah.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT mengatakan setiap pengunjung tidak dibenarkan menjenguk pasien Covid-19, aturan itu diterapkan karena pengawasan di ruang isolasi sangat ketat dan hal itu sesuai prosedur yang berlaku soal ruang isolasi.

"Sesuai dengan aturan yang berlaku, untuk pasien Covid-19 memang tidak boleh dijenguk. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kontak erat satu sama lain. Itu terjadi di semua tempat isolasi, di tempat kita masih syukur bisa bertemu meskipun dari kejauhan," kata Fajar, Selasa (13/4/2021).

Adapun pertimbangan pasien diizinkan keluar dari ruangan isolasi adalah untuk mengurangi beban psikologis pasien.

"Kita izinkan pasien untuk keluar dari ruangan isolasi sekadar untuk menghirup udara segar dan itupun hanya sebentar. Hal itu juga dilakukan agar pasien tidak bosan dan menghindari beban psikisnya," ungkap Fajar.

Diceritakan Fajar, awal mulanya pasien tersebut diisolasi di BLK, namun karena mengingat kondisinya sedang hamil, kepala Puskesmas Alai meminta untuk dipindahkan ke ruangan isolasi yang ada di RSUD.

"Pasien itu awalnya diisolasi di BLK, namun kepala Puskesmas Alai, dr Moses meminta kepada saya agar pasien diberikan tempat untuk diisolasi di RSUD saja mengingat kondisinya sedang hamil 8 bulan juga, karena masa kehamilannya belum sampai, saya pun meminta kepada dokter spesialis dan akhirnya disetujui," ungkap Fajar.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Perlombaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) Tingkat Nasional VIII Tahun.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Panitia kurban Idul Adha 1442 H/2021 M diminta mentaati protokol.

potensa, Selasa, 22 Juni 2021
Setelah beberapa pekan mengalami penurunan, minggu ini harga tandan.

hukum, Selasa, 22 Juni 2021
Bersama 500 butir pil ekstasi, 19 kilogram sabu asal Malaysia.

etalase, Selasa, 22 Juni 2021
Lulus Program WFD, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha

dunia, Selasa, 22 Juni 2021
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan warga yang menolak.

sportainment, Selasa, 22 Juni 2021
Laga Grup B Euro 2020 selesai dimainkan. Hasilnya, Belgia melaju.

rohul, Selasa, 22 Juni 2021
Tiga dari 16 kecamatan di Rokan Hulu (Rohul) saat ini masih masuk.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Satuan Polisi Militer (Satpom) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Otomotif