28 Ramadhan 1442 H / Senin, 10 Mei 2021
Polda Riau Dalami Dugaan Kasus Jual Beli Anak di Pekanbaru
hukum | Selasa, 20 April 2021
Editor : hidayat | Penulis : Cr1
KR saat ditemukan dengan buah hatinya di BRSAPK Riau.(ist)

PEKANBARU - Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Riau, saat ini tengah selidiki dugaan human traficking yang dilakukan oleh oknum bidan di Kota Pekanbaru. Penyelidikan ini dilakukan sejak korban melaporkan kejadian itu hari ini Selasa (20/04/2021).

"Perkaranya sedang di proses, sedang ditangani, sudah dimintai keterangan beberapa saksi, termasuk terlapor (oknum bidan). Kami masih melakukan pendalaman, mungkin akan meminta keterangan ahli juga,” ujar Kanit I Subdit IV Ditreskrimum Polda Riau, Kompol Dumaria.

Ia menjelaskan, korban KR telah berpisah dengan buah hatinya itu sejak 4 bulan lalu. Kemudian sepanjang proses penyelidikan, anak korban yang berjenis kelamin laki-laki itu akan dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Perlindungan Khusus (BRSAPK) Riau.

“Kita masih pendalaman," ujarnya.

Seperti diceritakan Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau, Dewi Arisanti, peristiwa itu berawal saat KR yang saat itu tengah mengandung mencari seorang bidan untuk membantunya dalam proses persalinan. Kala itu usia kandungan KR baru 6 bulan.

"Ia mencari bidan untuk membantu persalinannya guna menutupi aib keluarga bahwa KR hamil di luar nikah. Selain itu juga tak memiliki biaya persalinan. Kemudian bertemulah dengan DN yang menawarkan akan mencarikan orang tua asuh untuk merawat bayi KR," terangnya saat ditemui di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Perlindungan Khusus (BRSAPK) Riau, Selasa (20/04/2021).

Kala itu, DN juga memberikan obat serta susu kepada KR. Kemudian memasuki usia kandungan 8 bulan, oknum bidan tersebut juga mengajak KR untuk melakukan cek kandungan si salah satu rumah sakit yang ada di kota Bertuah. Namun, DN bercerita bahwa dia belum menemukan orang tua asuh yang dijanjikan di awal tadi.

Akhirnya, KR tepat pada 23 Desember 2020 lalu melahirkan bayi laki-laki dimana persalinannya dibantu oleh DN. Setelah itu DN memberikan uang senilai Rp3 juta, uang BPJS Rp500 ribu, uang baju anak Rp 500 ribu. Sehingga totalnya Rp 4 juta diberikan kepada KR. Namun, bayi tersebut ditinggal di tempat DN tersebut.

"Setelah 4 bulan, KR kemudian mengetahui bahwa anaknya sudah tak berada di kediaman bidan tersebut. Alasannya, Anak tersebut diserahkan kepada orang yang ingin mengasuh, namun tidak sesuai dengan prosedur asuh anak, dan dari pengasuhnya itu juga mengaku ada memberikan sejumlah uang kepada oknum bidan, namun jumlahnya kami tidak tau, biar pihak kepolisian yang mendalaminya,” jelas Dewi.*




Artikel Terbaru
dumai, Senin, 10 Mei 2021
Kapal MT ARK Progress yang berada di zona karantina mendapat.

meranti, Senin, 10 Mei 2021
Balek kampong' atau  disebut dengan mudik sudah jadi tradisi yang.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Riau terus bertambah..

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Sebanyak 6 ribu guru sekolah negari dan swasta di Kota Pekanbaru.

kampar, Senin, 10 Mei 2021
Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan tanah longsor yang terjadi di.

inhu, Senin, 10 Mei 2021
Kapolres AKBP Efrizal membagikan paket sembako kepada warga terkena.

etalase, Senin, 10 Mei 2021
Beragam cara dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam memaknai.

pekanbaru, Senin, 10 Mei 2021
Penyebaran Covid-19 sampai sekarang belum berakhir. Sebagai.

otomotif, Senin, 10 Mei 2021
Memanjakan para pecinta Toyota, Main Dealer Toyota di wilayah Riau,.

Otomotif