12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Diduga Tempat Praktik Asusila, Satpol-PP Kepulauan Meranti Ciduk Belasan Penunggu Indekos
meranti | Rabu, 21 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : ali
Satpol-PP Meranti melakukan razia penghuni indekos di kawasan Jalan Sungai Juling, Kelurahan Selatpanjang Barat, Selasa (20/4) siang. (ali)

SELATPANJANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kepulauan Meranti melakukan razia penghuni indekos di kawasan Jalan Sungai Juling, Kelurahan Selatpanjang Barat, Selasa (20/4) siang.

Dalam razia tersebut terjaring sebanyak 12 orang penghuni indekos yang merupakan penduduk non permanen namun belum memiliki surat keterangan.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda, Satpol-PP Kepulauan Meranti, Piskot Ginting, mengatakan, saat ingin melakukan razia pihaknya sempat mendapatkan perlawanan dari pemilik indekos dan cekcok mulut pun tidak terhindarkan. Saat masuk kedalam, didapati penghuni kos-kosan yang mayoritas kaum hawa terlihat memakai pakaian feminim, diantaranya ada yang terlihat tidak memakai pakaian dalam.

Bahkan saat memeriksa satu persatu kamar, petugas menemui seorang pria hidung belang yang tampak tergesa-gesa ingin keluar dari kos-kosan tersebut. Tidak ingin kehilangan jejaknya, petugas pun menahan identitas pria tersebut.

Dikatakannya, razia tersebut untuk mengantisipasi dan meminimalisir penyakit masyarakat pada bulan suci Ramadan dan menindaklanjuti surat edaran Bupati Kepulauan Meranti.

Terkait lokasi itu, Piskot mengatakan, pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik asusila di indekos tersebut dan rawan tindakan lainnya.

"Operasi ini kami lakukan karena adanya laporan masyarakat yang mengaku resah dengan aktivitas  wanita penghuni kos-kosan yang diduga melakukan tindak asusila. Selain itu, razia ini dilakukan menindaklanjuti surat edaran bupati untuk meminimalisir penyakit masyarakat di bulan Ramadan dan menegakkan Perda Ketertiban umum," kata Piskot.

Diungkapkan Piskot, penghuni indekos mayoritas pendatang dan bukan warga Kepulauan Meranti. Bahkan diantaranya banyak yang merupakan penghuni Wisma Jawi- Jawi yang dulunya telah ditutup Satpol-PP karena terindikasi digunakan sebagai tempat mesum.

"Yang kita razia tadi banyak muka lama yang dulunya telah berkali-kali kita lakukan razia di Wisma Jawi-Jawi bahkan tempat itu sudah ditutup. Selama Ramadan kita akan terus memantau dan menyisir tempat yang diduga digunakan tempat melakukan tindakan asusila," ucap Piskot Ginting.

Setelah dirazia kemudian belasan wanita itu dibawa ke kantor Satpol PP didata dan dilakukan pembinaan serta akan dipulangkan ke kampung halamannya.

Piskot berpesan, agar masyarakat berperan aktif menjaga situasi di lingkungannya masing-masing. Jika dirasa ada yang mencurigakan dan mengkhawatirkan dia meminta agar segera dilaporkan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi lingkungannya masing-masing. Laporkan pada petugas jika menemukan ada hal-hal yang mencurigakan, Insya Allah kami akan tindak tegas," pungkasnya. *
 




Artikel Terbaru
pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Perlombaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) Tingkat Nasional VIII Tahun.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Panitia kurban Idul Adha 1442 H/2021 M diminta mentaati protokol.

potensa, Selasa, 22 Juni 2021
Setelah beberapa pekan mengalami penurunan, minggu ini harga tandan.

hukum, Selasa, 22 Juni 2021
Bersama 500 butir pil ekstasi, 19 kilogram sabu asal Malaysia.

etalase, Selasa, 22 Juni 2021
Lulus Program WFD, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha

dunia, Selasa, 22 Juni 2021
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan warga yang menolak.

sportainment, Selasa, 22 Juni 2021
Laga Grup B Euro 2020 selesai dimainkan. Hasilnya, Belgia melaju.

rohul, Selasa, 22 Juni 2021
Tiga dari 16 kecamatan di Rokan Hulu (Rohul) saat ini masih masuk.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Satuan Polisi Militer (Satpom) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Otomotif