12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Kadisnakbun Rohul Targetkan Replanting Sawit 2.000 Hektar
rohul | Rabu, 21 April 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : hendra
Kadisnakbun Rohul CH.Agung Nugroho

PASIR PANGARAIAN - Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Kadinnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), C H Agung Nugroho mengatakan, pihaknya menargetkan di tahun 2021 ini bisa meremajakan (replanting) 2.000 hektar kebun kelapa sawit masyarakat yang sudah tidak produktif melalui program sawit rakyat.

Agung mengatakan, Program Sawit Rakyat didanai Badan Pengelola Dana Peremajaan kelapa sawit. Dari target 2.000 hektar di tahun 2021, sudah 800 hektar datanya yang masuk ke Dinas Peternakan dan Perkebunan.

"Namun yang sudah dapat persetujaun rekomendasi teknis hanya 37 hektar kini sudah di Dirjen Bun saat ditanyakan ke provinsi belum ada jawaban. Masih ada kendala terkait Program Sawit Rakyat, yakni kendala legitas tanah, kelembagaan, identitas, dan kebanyakan lahan masyarakat masuk dalam  kawasan hutan Produki yang dapat dikonfersi," ungkap Agung.

Agung juga mengaku, ada 4.000 hektar potensi kebun swadaya yang harusnya bisa mendapat Program Sawit Masyarakat. Hanya saja, semangat swadaya kurang. Terutama tidak singkronnya pengurusan kelengkapan mereka. Banyak terjadi nama di K0K dan KTP berbeda, dan masalah itu selalu diabaikan. 

Sementara jelas Agung lagi, Program Sawit Rakyat menguntungkan masyarakat. Karena ada dana Rp30 juta untuk membuka lahan sampai penanaman hingga tanaman menghasilkan tahun keempat. Sedangkan bila dikerjakan secara teknis dengan sistim Agronomi Perkebunan Kelapa Sawit mengahabiskanbdana antara Rp50 juta sampai Rp60 juta.

"Dengan dana yang diberikan pemerintah hibah dalam Program Sawit Rakyat bila pengerjaannya secara biasa akan menghabiskan dana Rp30 juta. Dananya stimulan dari pemerintah. Bila dikejakan secara teknis maka kekurangan dana bisa diajukan akta kredit ke perbankan bagi masyarakat bagi yang tidak memiliki dana," sebut Agung.
Kemudian sistem Program Sawit Rakyat nantinya dikelola secara berkelompok dan harus ada pembinaan perusahaan sekitarnya, karena perusahan membutuhkan TBS petani.

"Pihak perusahaan tidak bersedia membeli dengan harga mahal bila tidak jelas asal usul kebun masyarakat sehingga perlunya perusahaan melakukan pendampingan, pembinaan budidaya kelapa sawit secara baik dan benar dalam Program Sawit Rakyat," ucap Agung.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Perlombaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) Tingkat Nasional VIII Tahun.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Panitia kurban Idul Adha 1442 H/2021 M diminta mentaati protokol.

potensa, Selasa, 22 Juni 2021
Setelah beberapa pekan mengalami penurunan, minggu ini harga tandan.

hukum, Selasa, 22 Juni 2021
Bersama 500 butir pil ekstasi, 19 kilogram sabu asal Malaysia.

etalase, Selasa, 22 Juni 2021
Lulus Program WFD, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha

dunia, Selasa, 22 Juni 2021
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan warga yang menolak.

sportainment, Selasa, 22 Juni 2021
Laga Grup B Euro 2020 selesai dimainkan. Hasilnya, Belgia melaju.

rohul, Selasa, 22 Juni 2021
Tiga dari 16 kecamatan di Rokan Hulu (Rohul) saat ini masih masuk.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Satuan Polisi Militer (Satpom) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Otomotif