12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Nahas Bayi 2 Tahun Tewas Ditangan Ibu Kandung dan Selingkuhannya
bengkalis | Jumat, 30 April 2021
Editor : hidayat | Penulis : Cr1
Kasat Reskrim Polres Bengkalis, AKP Meski Wahyudi tengah memperlihatkan foto CM sebagai barang bukti.(ist)

BENGKALIS - CM bayi yang baru berumur 2,7 tahun. Ia harus meregang nyawa setelah dianiaya oleh Rudi Hartono Alias Agi (32) dan Yeni Alias Acui (34) yang merupakan ibu kandungnya di Bengkalis.

Atas perbuatannya itu, kini kedua pelaku telah diamankan oleh Polres Bengkalis. Dimana sebelumnya Satuan Reskrim Polres Bengkalis, menerima laporan dari pihak rumah sakit dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bengkalis pada Minggu (25/04/2021) lalu.

Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi dalam temu persnya menjelaskan, antara Agi dan Acui adalah pasangan belum resmi berkenalan melalui media sosial (Medsos). Acui kabur dari suaminya di Tebing Tinggi, Sumut dan kedua pelaku tinggal berdua di Bengkalis sekitar dua bulan berserta korban CM.

Pada Ahad (25/04/2021) sekitar pukul 03.47 WIB korban dibawa oleh kedua pelaku ke IGD RSUD Bengkalis untuk memperoleh perawatan. Korban dalam keadaan sesak nafas dan tidak sadarkan diri kemudian korban dilakukan pemeriksaan oleh dokter namun terdapat keganjalan pada tubuh korban. Ditemukan lebam-lebam memar hampir sekujur tubuh mulai dari kepala hingga kaki dan terdapat luka bakar disundut rokok.

"Ketika ditanyakan kepada pelaku terkait kondisi korban seperti itu pelaku langsung menyolot marah tidak terima karena merasa dituduh menganiaya korban CM," ungkap Kasat AKP Meki.

Kemudian karena kondisinya sudah sangat mengenaskan, akhirnya korban CM meninggal dunia Ahad (25/04/2021) sekitar pukul 12.00 WIB akibat gagal pernafasan.

Atas kejanggalan pada tubuh korban tersebut, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kemudian menghubungi Unit PPA Reskrim Polres Bengkalis, selanjutnya membuat laporan.

Kemudian Tim Opsnal Polres Bengkalis dipimpin Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K pada Ahad (25/04/2021) sekitar pukul 20.30 WIB kedua terduga pelaku Agi dan Acui diamankan di kediamannya dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meyakinkan penyidik tewasnya korban adalah kejadian yang tidak wajar dilakukan oleh pelaku.

"Berdasarkan hasil visum rumah sakit lebam dan memar bekas hentakan atau pukulan dan luka bakar bekar sundutan rokok. Dan Selanjutnya ibu kandung korban dan selingkuhannya ditetapkan sebagai tersangka," katanya lagi.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, selang untuk memukul korban, botol mineral berisi minuman keras (Miras) yang diminum pelaku Agi, alas kasur dan hasil visum.

Akibat tindakan yang dilakukan kedua pelaku terhadap korban, akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 Jo Pasal 76 huruf c UU RI Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara setidaknya lebih dari 20 tahun.

Pelaku Rudi alias Agi juga sempat menyekoki mulut korban dengan cabai karena rewel agar diam. Rentang Sabtu (24/04 pelaku Rudi juga mengaku melakukan penganiyaan terhadap korban dengan cara menarik rambut atau menjambak korban dengan tangannya diangkat setinggi dada pelaku kemudian dilepaskan ke lantai sebanyak dua kali. Akibatnya korban tersungkur terduduk dan tersungkur. Sehingga diduga kuat penyebab badan kepala dan badan korban lebam memar.

Mirisnya, aksi penganiayaan pelaku Rudi itu ternyata disaksikan ibu korban, Yeni alias Acui, namun sengaja membiarkan, karena Yeni percaya bahwa dari pengakuan Agi, penganiayaan dilakukan pelaku Rudi itu untuk mengusir roh jahat yang terdapat pada anaknya. Sehingga membiarkan tindakan pelaku Rudi terhadap anaknya agar roh jahat dalam tubuh korban menghilang.

"Penganiayaan berawal dari keyakinan pelaku karena di tubuh korban terdapat roh jahat. Kita akan berkoordinasi juga dengan psikolog terhadap dugaan kelainan pelaku itu," tambah Kasat.*




Artikel Terbaru
pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Perlombaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) Tingkat Nasional VIII Tahun.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Panitia kurban Idul Adha 1442 H/2021 M diminta mentaati protokol.

potensa, Selasa, 22 Juni 2021
Setelah beberapa pekan mengalami penurunan, minggu ini harga tandan.

hukum, Selasa, 22 Juni 2021
Bersama 500 butir pil ekstasi, 19 kilogram sabu asal Malaysia.

etalase, Selasa, 22 Juni 2021
Lulus Program WFD, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha

dunia, Selasa, 22 Juni 2021
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan warga yang menolak.

sportainment, Selasa, 22 Juni 2021
Laga Grup B Euro 2020 selesai dimainkan. Hasilnya, Belgia melaju.

rohul, Selasa, 22 Juni 2021
Tiga dari 16 kecamatan di Rokan Hulu (Rohul) saat ini masih masuk.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Satuan Polisi Militer (Satpom) Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin.

pekanbaru, Selasa, 22 Juni 2021
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Otomotif