Minggu | 15 September 2019
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Kumpulkan 103 Kantong Darah
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru.


Sabtu | 14 September 2019
5000 Lampion Hiasi Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya
Maha Vihara Pusdiklat Bumi Suci Maitreya Jalan Bukit Barisan III, Pekanbaru,.


Jumat | 13 September 2019
Dihadiri Wagubri, Festival Kue Bulan di Pekanbaru Dipadati Warga
Meski diselimuti kabut asap, perayaan Festival Lampion Zhong Qiu di Jalan.

Rubrik : hukum
Hasil Otopsi, Penyebab Kematian Erna Karena Luka Tusuk
Editor : wisly | Penulis: Ali
Rabu , 01 Mei 2019
Jenazah Erna Widyawati (34) saat dimasukkan ke dalam mobil jenazah dan akan dibawa ke rumah duka yang kemudian akan dikebumikan.

SELATPANJANG - Hasil otopsi tim Forensik Bid Dokkes Polda Riau, polisi menyimpulkan bahwa kematian Erna Widyawati (34) seorang ibu rumah tangga di Gang Manggis Jalan Manggis RT 01 RW 10 Kelurahan Selatpanjang Kota yang ditemukan tergeletak di lantai dapur disebabkan lantaran luka tusuk dan sayatan yang dialaminya. Mengingat, di jasad korban ditemukan tanda-tanda kekerasan dibeberapa bagian tubuh.

"Hasil otopsi, penyebab kematian korban karena ada luka sayatan dan terputusnya jaringan Arteri pembuluh nadi utama, itu yang mematikan, selain itu ada beberapa luka dibagian tubuh korban," kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH melalui Kasat Reskrim, AKP Ario Damar kepada wartawan, Rabu (1/5).

Lebih lanjut dijelaskan Kasat, adapun luka yang terdapat ditubuh korban di antaranya tiga luka bekas sayatan benda tajam setebal 3 Cm dibagian leher, namun tidak menyambung. Bekas luka tusukan dileher bagian kanan. Selain itu juga ditemukan luka dibagian tangan sebelah kanan.
"Luka serius itu ada tiga dibagian leher bekas sayatan benda tajam, namun tidak nyambung, dan luka tusukan dangkal dileher kanan. Selain itu juga ditemukan luka bagian tangan sebelah kanan sebagai upaya perlawanan dari korban," kata Ario.

Selain luka tusuk dan sayatan, juga ditemukan beberapa luka memar dibagian leher.
"Adapun luka memar itu dugaannya disebabkan bekas akibat dicekik. Bisa jadi ditusuk dulu baru dicekik," kata Ario Damar lagi.

Dijelaskan Ario Damar lagi, saat ini pihaknya sedang terus melakukan penyelidikan terhadap kematian ibu dua anak tersebut. Sebanyak tiga saksi sudah dimintai keterangan. Selain itu juga dilakukan pencarian barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Sudah tiga saksi yang kita panggil, dan kita akan panggil saksi-saksi lainnya. Otopsi yang dilakukan tersebut kita yang minta guna memastikan penyebab kematian korban. Pihak keluarga juga berharap ini segera diungkap," kata Ario Damar.

Proses otopsi yang berlangsung selama satu jam itu dilakukan di kamar mayat RSUD Kepulauan Meranti Jalan Dorak Selatpanjang, Rabu (1/5) yang dimulai sekira pukul 14:30 WIB.

Otopsi yang dilakukan tim Forensik Bid Dokkes Polda Riau itu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Riau, Kombes dr Adang Azhar DFM, SpF dan Kasubbid Yanmed Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau Kompol Supriyanto beserta 8 dokter lainnya. 

Dari pantauan di lapangan, terlihat dalam proses otopsi tersebut, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Ario Damar, Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Aguslan, Kanit Tipiter Reskrim Polres Kepulauan Meranti AGD Simamora, Kepala Penunjang Medik RSUD Meranti, dr Aisyah Bee, dan beberapa kerabat serta keluarga korban.

Selesai diotopsi, pihak keluarga langsung membawa jenazah Erna Widyawati kerumah duka untuk disholatkan. Dan Selanjutnya akan dikebumikan langsung di TPU Sri Bijuangsa Jalan Puskesmas, Kelurahan Selatpanjang Kota.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga di Gang Manggis Jalan Manggis RT 01 RW 10 Kelurahan Selatpanjang Kota ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Selasa (30/4) siang. Korban yang diketahui bernama Erna Widyawati (34) itu ditemukan tergeletak di lantai dapur. Ibu dua anak itu diduga dibunuh dengan sadis, hal itu terlihat ada bekas luka gorok dilehernya yang hampir putus.

Polisi masih belum bisa memastikan pelaku dan motif dugaan pembunuhan. Hingga saat ini kepolisian masih mengumpulkan fakta dan bukti terkait kejadian.*
 




Berita Lainnya