22 Zulhijjah 1442 H / Minggu, 1 Agustus 2021
Kejati Riau Periksa Penerima Dana Bansos Siak
hukum | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : Linda
ilustrasi

PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau  menurunkan tim jaksa Pidana Khusus  (Pidsus) ke Kabupaten Siak terkait dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) di Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Siak 2014-2019.  Jaksa meminta keterangan penerima bantuan.

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, membenarkan hal itu. "Betul (hari ini tim ke Siak untuk memeriksa penerima dana bansos, red)," ujar Raharjo, Rabu (9/6).

Raharjo mengatakan ada banyak penerima dana bansos yang akan  dimintai keterangannya. "Ya, penerima bansos banyak sekali," kata Raharjo.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Untuk Rabu ini, pemanggilan dilakukan kepada 20 orang warga yang disebut sebagai penerima bansos. "(Rabu) Kurang lebih ada 20 an," kata Raharjo.

Raharjo menegaskan, pihaknya saat ini masih berupaya mengumpulkan alat bukti dari kasus penyimpanan bansos itu. Tidak hanya keterangan saksi tapi juga bukti dokumen 

Ditanya tentang kapan proses penyidikan umum tuntas, Raharjo menegaskan jika semua alat bukti yang dibutukan sudah diperoleh penyidik. "Tuntas jika alat bukti yg diperoleh telah memenuhi Pasal 183 dan 184 KUHAP," ucap Raharjo.
Menurut Raharjo, pemeriksaan saksi ini akan berlanjut hingga Kamis (10/6). 

"Masih lanjut (Kamis)," kata Raharjo lagi.

Sebelumnya Raharjo menyatakan, penanganan kasus bansos ini akan terus jalan. Pengusutan terkesan lamban karena banyaknya penerima bansos yang harus dimintai keterangannya.

Jaksa penyidik juga sudah dilakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan proses penyidikan, apakah masih penyidikan umum atau masuk proses penetapan tersangka.

"Belum lama jni sudah dilakukan gelar perkara, ekspos. Intinya memang harus banyak saksi-saksi yang harus diperiksa. Jadi memang agak lambat," tutur Raharjo.

Setelah semua penerima bansos diperiksa, baru dilakukan Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dengan melibatkan lembaga audit seperti Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Ditegaskan Raharjo, pihaknya harus lebih cermat dalam penanganan kasus korupsi. Jangan sampai, langkah penetapan tersangka, justru digugat praperadilan ke pengadilan.

"Tren sekarang harus diwaspadai (seperti praperadilan) maka proses terkesan lambat. Kalau tidak ada praperadilan kan enak," tutur Raharjo.

Raharjo kembali memastikan penanganan kasus bansos Siak tetap berjalan, dan pemeriksaan saksi masih berlanjut. "Pak Kajati pun meminta Penyidikan dilakukan secara profesional dan dipercepat," pungkas Raharjo.

Dalam proses penanganan perkara ini, sudah dilakukan pemeriksaan pada Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya selaku Kepala BKD dan Bappeda Siak, Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Siak, Hendrisan, mantan Kadisdik Siak, Kadri Yafis, mantan Kadisos Siak, dan Nurmansyah.

Pemeriksaan juga dilakukan pada tiga orang dekat Gubernur Riau, H Syamsuar yakni Indra Gunawan, Ikhsan dan Ulil Amri. Indra merupakan anggota legislator Siak, sekaligus mantan Ketua KNPI dan Karang Taruna Siak.

Jaksa Penyidik Pidsus juga memintai keterangan Kapala Badan PMD Capil Provinsi Riau, Yurnalis selaku mantan Kabag Kesra Setdakab Siak, 13 camat periode 2014-2016, ratusan orang kepala desa dan saksi lainnya.

Kasus dugaan korupsi ini ditangani Kejati Riau karena adanya lima laporan ke Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Siak. Dugaan korupsi terjadi di era kepemimpinan Bupati Siak, H Syamsuar yang saat ini menjabat Gubernur Riau.

Disebutkan ada dugaan penyimpangan pengalokasian anggaran belanja dana hibah tahun 2011-2013 senilai Rp56,7 miliar. Ada juga penyimpangan di Dinas Cipta Karya sebesar Rp1,07 miliar dan di Setdakab Siak Rp40,6 miliar.*
 




Artikel Terbaru
nasional, Sabtu, 31 Juli 2021
Positif COVID-19 di Tanah Air masih terud bertambah. Pada Sabtu,.

sportainment, Minggu, 1 Agustus 2021
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal menyumbangkan medali bagi.

etalase, Minggu, 1 Agustus 2021
Industri 4.0 yang marak saat ini sangat erat kaitannya dengan.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Vaksinator dari RSAU dr Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin berkolaborasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
ibu hamil sudah dapat diperbolehkan vaksinasi.

dunia, Sabtu, 31 Juli 2021
Uji coba yang mencampurkan dosis pertama vaksin Sputnik V Rusia dan.

hukum, Minggu, 1 Agustus 2021
Pengacara kondang Razman Arif Nasution yang merupakan kuasa hukum.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Jumat (30/7/2021) meninjau vaksinasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
Masyarakat yang mendiami 11 desa di Kabupaten Indragiri Hulu,.

bengkalis, Sabtu, 31 Juli 2021
Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengapung di Taman.

Otomotif