14 Zulqaidah 1442 H / Kamis, 24 Juni 2021
Dari Dalam Penjara, Napi Kuras Uang BUMDes Sinar Jaya Rp124 Juta
hukum | Jumat, 11 Juni 2021
Editor : wislysusanto | Penulis : Linda
DN melakukan penipuan dengan memanfaatkan nomor WhatsApp milik istrinya.

PEKANBARU -  Tim Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menangkap DN alias Deby (27), narapidana salah satu Lapas di Jawa Barat. Dari penjara, DN menguras uang ratusan juta milik BUMDes Sinar Jaya, Desa Tambusai, Kecamatan Tambusai Jaya, Kampar.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Jumat. (11/6/2021), mengatakan DN melakukan penipuan dengan memanfaatkan nomor WhatsApp milik istrinya. Dia mencari korban melalui Facebook dengan kata kunci BUMDes.

DN menemukan BUMDes Sinar Jaya, Desa  Tambusai, Kecamatan Tambusai Jaya, Kabupaten  Kampar. Dia mendapatkan nomor handphone Direktur BUMDes tersebut yang tertera di banner BUMDes.

Selanjutnya, pelaku mulai menguras uang BUMDes Sinar Jaya dengan berpura-pura sebagai Direktur BUMDes, Mis Susanty.  Dia menelpon karyawan BUMDes dan meminta dikirimkan uang.

Aksi pelaku dilaporkan oleh RL ke Polda Riau.  Awalnya   pada 11 Februari 2021, korban menerima pesan WhatsApp  yang menanyakan jam operasional BUMDes Sinar Jaya Desa Tambusai.

"Pada hari yang sama pukul 07.16 WIB,  pelapor menerima pesan WhatsApp yang menanyakan mengenai biaya admin transfer BRI Link.   Pelapor melihat foto profil WhatsApp tersebut menggunakan foto Direktur BUMDes Sinar Jaya, Mis Susanty,"  jelas Andri.

Tidak lama kemudian, pelaku menghubungi korban melalui video call. Di profil WhatsApp itu, terlihat foto Direktur BUMDes  Sinar Jaya, Mis Susanty.  Yakin kalau yang menghubunginya adalah Direktur BUMDes Sinar Jaya, korban akhirnya mengikuti perintah pelaku untuk mengirimkan uang.

Total uang yang dikirim Rp124.180.000 yang dikirim secara bertahap melalui rekening BCA. Dengan rincian pengiriman yakniRp.3.800.000, Rp3.900.000,
Rp. 3.750.000, Rp6.250.000, Rp 7.250.000, Rp18.000.000, Rp6.000.000, Rp32.000.000, Rp17.000.000, Rp. 23.000.000, danRp3.000.000.

Berdasarkan laporan korban, tim Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau melakukan pendalaman terhadap pelaku. Diketahui posisi dan identitas pelaku yang berada di Provinsi Jawa Barat.

"Pada Selasa, 8 Juni 2021, personel Subdit V berangkat menuju Kecamatan Cikarang Barat Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat sesuai dengan posisi nomor handphone pelaku," tutur Andri.

Diketahui nomor itu terdaftar atas nama ASP yang beralamat di Kampung Cibitung RT 006 RW 002 Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat.

 Pada  Rabu , 09 Juni 2021 sekira pukul 19.00 WIB,  personel Subdit 5 berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk mencari pelaku sesuai dengan alamat tersebut.
"Pada pukul 20.00 WIB didapati diduga pelaku berada di kontrakannya sesuai dengan alamat tersebut," kata Andri.

Setelah dilakukan pengecekan memang benar bahwa nomor yang digunakan pelaku dengan nomor tersebut memang digunakan oleh ASP. Namun,  dia menyatakan nomor handphone-nya digunakan suaminya DN sebagai nomor WhatsApp.

DN diketahui sedang menjalani hukuman di salah satu Lapas di Jawa Barat karena terlibat kasus narkoba. " Kamis (10/6/2021 sekira pukul 11.00 WIB, personel Subdit V melakukan pengembangan dan berkoordinasi pihak Lapas dan mengamankan pelaku," tutur Andri.

DN mengakui telah melakukan penipuan secara online terhadap korban. "Modus operandinya  mencari target di Facebook dengan membuat keyword “Bumdes”.  Setelah itu pelaku menemukan halaman profil dari BUMDes Sinar Jaya Desa Tambusai Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar

Di sana, pelaku melihat ada 2  nomor telefon yang ada pada banner BUMDes tersebut. Pelaku mencoba menghubungi nomor pertama via WhatsApp yang ada di banner tersebut tetapi nomor tersebut tidak aktif namun pelaku melihat foto profil yang ada pada nomor tersebut dan mengambilnya.

Kemudian pelaku mencoba menghubungi nomor kedua yang ada pada banner. Pelaku menghubungi nomor kedua tersebut via WhatsApp,  di mana foto profil pelaku sudah diubah menggunakan foto yang ada pada nomor pertama.

 "Pelaku membuat WhatsApp dengan foto profil Direktur BUMDes Sinar Jaya. Setelah itu pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang karena  korban merasa yakin bahwa itu adalah Ditektur BUMDes maka korban mengikuti perintah pelaku," jelas Andri.

Bersama pelaku diamankan barang bukti berupa satu  unit handphone merk Redmi 9 warna hijau tosca, satu  buah simcard provider telkomsel dengan nomor 081318397369 dan  satu buah buku tabungan beserta ATM Bank BCA atas nama Bowo.

Pelaku dijerat dengan Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU   Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHPidana.*

 




Artikel Terbaru
politik, Kamis, 24 Juni 2021
'Nyapres 2024', menganalisa terkait potensi peta koalisi partai.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih mengkaji rencana penambahan.

hukum, Kamis, 24 Juni 2021
Motif pembunuhan Siti Hamidah warga Tapung, Kampar yang jasadnya.

nasional, Kamis, 24 Juni 2021
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan bantuan.

siak, Kamis, 24 Juni 2021
Budaya Melayu memang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Riau,.

inhu, Kamis, 24 Juni 2021
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK beserta rombongan melaksanakan.

otomotif, Kamis, 24 Juni 2021
Memberikan kemudahan serta keuntungan bagi masyarakat Riau, PT.

pekanbaru, Kamis, 24 Juni 2021
Penerbang pesawat tempur F-16 TNI AU dan F-16 United State Pacific.

etalase, Kamis, 24 Juni 2021
Dorong para pemuda Rumbai Pekanbaru berwira usaha, Universitas.

Otomotif