22 Zulhijjah 1442 H / Minggu, 1 Agustus 2021
Gagalkan Penyelundupan 8 Ekor Kukang Asal Sumatera Barat, Polda Riau Tangkap Dua Orang Tersangka
hukum | Senin, 19 Juli 2021
Editor : hidayat | Penulis : Cr1
Temu pers Polda Riau.(ist)

PEKANBARU - Polda Riau berhasil gagalkan penyelundupan 8 ekor Kukang asal Tanah Datar,  Sumatera Barat. Dua orang tersangka juga berhasil dibekuk Polda Riau.

Keduanya ditangkap petugas saat hendak memperjual belikan satwa bernama latin Nycticebus di lataran parkir Rumah Sakit Eka Hospital 12 Juli 2021 lalu.

Dalam temu persnya, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan dari penangkapan kedua pelaku tersebut, petugas berhasil menyita 8 ekor Kukang yang di masukkan dalam dua kardus berbeda. Setiap kardus berisi 4 ekor Kukang.

"Rencananya, keduanya akan memperjual belikan satwa Kukang itu sebesar Rp 2.500.000 setiap ekornya," terangnya, Senin (19/07/21).

Narto merinci, menurut keterangan KIS Kukang tersebut didapatkan dari hutan yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bahkan ada juga yang Ia beli dari masyarakat di wilayah itu.

"Mereka berencana akan melakukan transaksi di Pekanbaru. Dan saat di tangkap keduanya tengah menunggu pembeli," tuturnya.

Diperoleh juga keterangan bahwa saat yang kini jumlahnya juga sudah mulai terbatas itu jika di pasaran mencapai Rp4-7 juta per ekornya. Namun saat ini hewan tersebut masuk dalam kategori dilindungi. Sehingga ada sanksi bagi mereka yang memburu, memelihara, membunuh bahkan juga memperjual belikan satwa tersebut.

Selain pelaku, petugas juga menyita beberapa barang bukti seperti dua buah kardus dan satu unit mobil Toyota Avanza yang digunakan mengangkut satwa tersebut.

Keduanya kini dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana. Yakni dengan ancaman pidana penjara paling lama 5  tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dengan melindungi satwa-satwa liar yang dilindungi dari penjualan, perburuan atau pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi. Agar kita dapat mewariskannya kepada anak cucu kita," tandasnya.*




Artikel Terbaru
nasional, Sabtu, 31 Juli 2021
Positif COVID-19 di Tanah Air masih terud bertambah. Pada Sabtu,.

sportainment, Minggu, 1 Agustus 2021
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal menyumbangkan medali bagi.

etalase, Minggu, 1 Agustus 2021
Industri 4.0 yang marak saat ini sangat erat kaitannya dengan.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Vaksinator dari RSAU dr Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin berkolaborasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
ibu hamil sudah dapat diperbolehkan vaksinasi.

dunia, Sabtu, 31 Juli 2021
Uji coba yang mencampurkan dosis pertama vaksin Sputnik V Rusia dan.

hukum, Minggu, 1 Agustus 2021
Pengacara kondang Razman Arif Nasution yang merupakan kuasa hukum.

pekanbaru, Sabtu, 31 Juli 2021
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Jumat (30/7/2021) meninjau vaksinasi.

etalase, Sabtu, 31 Juli 2021
Masyarakat yang mendiami 11 desa di Kabupaten Indragiri Hulu,.

bengkalis, Sabtu, 31 Juli 2021
Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengapung di Taman.

Otomotif