|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, membantah keras isu yang menyebut dirinya sebagai saksi pelapor dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, Senin 3 November 2025.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Gubernur, Kamis (6/11/2025), SF Hariyanto menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya operasi tersebut.
"Saya banyak dengar berita soal saya diperiksa dan dituding pelapor. Tapi saya tegaskan, saya tidak tahu apa-apa tentang OTT itu," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari kejadian, dirinya tengah ngopi santai bersama Abdul Wahid, Bupati Siak Afni Zulkifli, dan rekannya Faisal di sebuah kafe di belakang rumah dinas gubernur.
"Kami hanya berbincang santai. Tiba-tiba terdengar ramai di luar, katanya ada tamu datang. Itu saja yang saya tahu," ungkapnya.
Tak lama kemudian, SF Hariyanto memilih meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat di rumahnya. Ia menegaskan, tidak mungkin dirinya terlibat dalam skenario penangkapan.
"Yang dipanggil kemarin itu anak buah saya semua. Apa mungkin saya menjebak mereka? Kalau saya tahu akan ada penangkapan, ngapain saya ada di sana," tegasnya.
Menurutnya, klarifikasi ini penting agar tidak muncul kesalahpahaman dan fitnah di tengah masyarakat. "Itu fitnah, dan ini harus diluruskan supaya tidak ada kabar yang menyesatkan," tegasnya lagi.
Terkait isu rivalitas politik antara dirinya dan Abdul Wahid, SF Hariyanto menepis keras tudingan tersebut. "Saya tidak ada masalah dengan Abdul Wahid. Beliau itu adik saya, hubungan kami baik. Tidak ada rivalitas," katanya.
Selain itu, SF Hariyanto menyampaikan doa dan dukungan moral kepada Abdul Wahid agar tetap tabah menghadapi proses hukum yang tengah berjalan. "Semoga Pak Abdul Wahid diberikan kekuatan dan kemudahan menghadapi ujian ini," tuturnya.*