Mei 2026
18

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dari Balik Jeruji Lapas Pekanbaru, Sampah Disulap Jadi Harapan Baru
hukum | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:31:12 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU – Suasana di area bimbingan kerja Lapas Kelas IIA Pekanbaru tampak berbeda, Kamis, 12 Februari 2026. Sejumlah warga binaan berkumpul mengelilingi tumpukan sampah organik yang telah dipilah, bukan untuk dibuang, melainkan untuk diolah menjadi pupuk kompos.

Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, upaya kecil sedang dirajut, mengubah limbah menjadi berkah. Warga binaan dilatih mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Program ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. 

Baca :

Tujuannya bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi juga menanamkan keterampilan yang bisa dibawa pulang saat masa pembinaan berakhir.

Kepala Lapas  Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen membangun Lapas yang ramah lingkungan sekaligus produktif.

“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik ini penting, selain membantu pengelolaan limbah di dalam Lapas, juga menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi Yogi, salah satu warga binaan yang mengikuti pelatihan, pengalaman itu membuka cara pandang baru. Tangannya cekatan memilah sisa makanan dan dedaunan, mencampurnya dengan aktivator, lalu mengaduknya perlahan.

“Awalnya saya pikir sampah hanya dibuang keluar Lapas. Ternyata bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai jual. Ilmu ini pasti saya bawa pulang ke kampung nanti,” katanya dengan wajah berbinar.

Di dalam Lapas, sampah domestik memang menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas ratusan penghuni menghasilkan limbah setiap hari. Melalui pelatihan ini, sampah organik tidak lagi sekadar beban, melainkan bahan baku yang bernilai.

Pupuk yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian di dalam Lapas. 

Dengan demikian, siklusnya menjadi utuh, sampah diolah menjadi pupuk, pupuk menyuburkan tanaman, dan hasilnya kembali dimanfaatkan.

Program ini berada di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Pekanbaru. Pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan proses pengomposan berjalan konsisten dan memenuhi standar kualitas.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menyimpan makna pembinaan. Dari proses memilah hingga menunggu kompos matang, warga binaan belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab.

Di balik jeruji, mereka tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

Dari tumpukan sampah yang dulu dianggap tak berguna, kini tumbuh harapan baru bahwa setiap orang, seperti halnya limbah organik, selalu punya kesempatan untuk diubab menjadi sesuatu yang lebih baik.*

Terbaru
Artikel Popular
4
politik
DKPP Terima 765 Aduan Pelanggaran Etik...
Selasa, 21 April 2026 | 20:10:00 WIB
KPK Beri Usulan untuk Revisi UU Parpol hingga...
Minggu, 19 April 2026 | 11:40:14 WIB
hukum
Nasional