|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

Pekanbaru – Untuk mencegah penularan penyakit dan memastikan kesehatan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru melakukan skrining kesehatan terhadap 45 warga binaan baru, Sabtu (7/3/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus pemenuhan hak warga binaan atas layanan kesehatan yang layak.
Skrining meliputi pemeriksaan kesehatan umum (BAP), tes TB, Hepatitis C-HIV, serta tes kejiwaan. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan awal warga binaan dan mengantisipasi penyebaran penyakit di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan pentingnya prosedur ini. “Kami selalu melakukan skrining kesehatan bagi setiap warga binaan baru. Hal ini untuk mencegah risiko penularan penyakit di lingkungan Lapas,” ujarnya.
Dr. Yani, dokter Klinik Pratama Lapas, menambahkan bahwa skrining tidak hanya memeriksa penyakit menular, tetapi juga kesehatan mental warga binaan.
“Penerapan ini untuk mendeteksi adanya tanda-tanda penyakit TB, Hepatitis C-HIV, kejiwaan, dan penyakit lainnya,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan, warga binaan menerima sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat.
Mereka juga diajarkan prosedur melaporkan keluhan kesehatan kepada petugas jaga atau komandan jaga agar segera ditindaklanjuti.
“Kita juga memiliki kader-kader kesehatan dari warga binaan yang sudah dididik dan dilatih tentang penanganan kesehatan serta pemberian pertolongan pertama,” pungkas dr. Yani.
Kegiatan skrining ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan aman, sekaligus mendukung program deteksi dini penyakit menular di lembaga pemasyarakatan.*