|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kunjungan kerja (Kunker) Komisi IX DPR RI ke Provinsi Riau menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus membahas berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (22/04/2026).
Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menegaskan Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong transformasi sektor kesehatan dengan mengubah pendekatan dari kuratif(pengobatan) menjadi preventif (pencegahan).
"Pemprov Riau tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi secara serius menggeser pembangunan kesehatan ke arah pencegahan. Kami meyakini bahwa mencegah lebih efektif, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun efisiensi pembiayaan," ujarnya.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Pemprov Riau telah menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis secara luas. Program ini telah diterapkan di seluruh 243 puskesmas di Riau, dengan dukungan kebijakan daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Hingga akhir 2025, program menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 1.276.987 kunjungan masyarakat dari total sasaran 6.811.158 penduduk, atau sekitar 18,75 persen.
"Capaian ini menunjukkan program berjalan dengan baik, meski percepatan masih diperlukan," jelas Zulkifli.
Namun demikian, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan. Di antaranya keterbatasan sistem aplikasi, ketersediaan bahan medis, serta kondisi geografis wilayah Riau yang cukup beragam.
Selain itu, Pemprov Riau juga melaporkan bahwa cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai sekitar 93 persen dari total penduduk.
Sementara itu, RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan utama saat ini memiliki kapasitas 497 tempat tidur, dengan 209 tempat tidur diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Meski capaian cukup tinggi, persoalan klasik di sektor kesehatan masih menjadi tantangan, terutama terkait keterbatasan tenaga dokter spesialis dan belum meratanya layanan kesehatan di seluruh daerah.
Pemprov Riau pun terus mendorong peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit daerah yang masih berstatus tipe D agar dapat naik menjadi tipe C.
"Penguatan sarana, prasarana, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama kami untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah," pungkasnya.*