|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji asal Provinsi Riau terus menunjukkan progres positif. Hingga Jumat (1/5/2026), sebanyak 3.096 orang telah berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci melalui embarkasi Batam, menandai komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran ibadah haji tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri dari 3.051 jemaah haji, 14 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU, serta 28 petugas kloter yang mendampingi perjalanan ibadah. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui beberapa kelompok terbang (kloter), mulai dari BTH 3 hingga BTH 9.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan secara umum seluruh proses berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak 3.096 jemaah asal Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Memang ada beberapa yang harus menunda keberangkatan karena sakit,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, total terdapat 18 orang yang tertunda keberangkatannya. Rinciannya, 7 jemaah masih menjalani perawatan di Batam, 6 orang pendamping turut tertahan, serta 4 jemaah lainnya mengalami sakit di daerah asal. Selain itu, 1 jemaah dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
“Yang dirawat di Batam terus kita pantau kondisinya. Jika sudah membaik, akan diupayakan berangkat pada kloter berikutnya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kloter memberangkatkan ratusan jemaah dengan dinamika yang berbeda. Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang, meski 2 orang harus tertunda. Kloter BTH 4 membawa 440 orang dengan 5 orang tertunda.
Pada Kloter BTH 5, sebanyak 438 jemaah diberangkatkan, sementara 7 lainnya menunda keberangkatan. Kloter BTH 6 memberangkatkan 399 orang, dengan adanya penyesuaian berupa mutasi antar kloter.
“Mutasi ini hal biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jemaah,” kata Defizon.
Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 jemaah, sementara Kloter BTH 8 memberangkatkan 445 orang, meski terdapat 6 orang tertunda dan 1 jemaah dilaporkan meninggal dunia di daerah.
Adapun Kloter BTH 9 yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026 membawa 443 orang, dengan 2 orang masih menjalani perawatan di Batam.
Defizon menegaskan, pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, terutama dalam memastikan kesiapan fisik sebelum keberangkatan.*