|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Program kerja Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar mulai terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan mencatat kemajuan terstruktur hingga melampaui target.
Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing dan berkelanjutan. Arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyentuh kebutuhan harian warga. Mulai dari penurunan tarif parkir kendaraan bermotor yang mendapat apresiasi dari semua lapisan masyarakat.
Di sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan dan penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal. Kemudian menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Untuk pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil Administrasi Kependudukan sampai Tuntas, Aman dan Nyaman (AMAN). Salah satu tujuannya mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Program Pemko Pekanbaru lainnya yang dirasakan langsung masyarakat berupa penanganan 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase dan DAS sepanjang 109,5 kilometer.
Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp3 miliar dan Rp1,5 miliar.
Bahkan perbaikan infrastruktur jalan melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.
Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menyediakan beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Alquran. Terdapat juga program Zero Putus Sekolah yang berhasil menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan, termasuk mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
Kemudian menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah. Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan Posyandu. Meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Wako Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.
Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.
Selain itu, Pemko Pekanbaru mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui event lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp100 juta per RW, sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat kapasitas aparatur.
Berbagai kemajuan yang sudah diraih dan keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan dan stunting, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat.
Akselerasi Program Strategis Nasional dan Pembangunan Pekanbaru
Pekanbaru juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN). Seperti Makan Bergizi Gratis. Dimana terdapat 27 dapur umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari. Kemudian terdapat 83 Koperasi Merah Putih yang berbadan hukum di setiap kelurahan.
Program digitalisasi pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru.

Untuk Sekolah Rakyat Pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial.
Program nasional yang sudah dijalankan lainnya membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah, pembangunan Gas Kota yang telah menjangkau 20 ribu sambungan rumah.
Pembangunan Kota Pekanbaru akan terus berlanjut dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Wako Agung menegaskan, Pemko Pekanbaru akan terus berinovasi untuk melayani masyarakat. Memastikan semua warga mendapatkan layanan yang cepat, mudah dan nyaman.(adv)