|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Mobilindo Cemerlang (MC) Group, dealer resmi truk Shacman di Indonesia memperkuat eksistensinya di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan salah satu pusat pertumbuhan baru industri kendaraan berat dan logistik nasional. Dimana sektor tambang, kehutanan, perkebunan, hingga pembangunan IKN membuat kebutuhan armada industri terus meningkat.
Melalui forum bertajuk Stronger Partnership Going Together, MC Group mempertemukan berbagai elemen industri untuk membangun ekosistem usaha kendaraan berat yang lebih terintegrasi, mulai dari penyedia unit, kontraktor operasional, hingga dukungan pembiayaan.
Direktur MC Group Dirmanto mengatakan, Kaltim menjadi salah satu wilayah strategis bagi pertumbuhan bisnis kendaraan industri karena ditopang aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam yang masih sangat kuat.
"Kami melihat Kaltim punya potensi besar. Ada tambang, HTI, perkebunan, logistik pelabuhan, sampai efek pembangunan IKN yang membuat kebutuhan kendaraan industri terus tumbuh," ujar Dirmanto di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (9/5/2026).
MC Group yang merupakan bagian dari TB Global Group dan menjadi mitra resmi Shacman untuk pasar Indonesia. Perusahaan mulai berkembang sejak 2019 dan kini telah memiliki sekitar 12 cabang yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa.
Dirmanto menyebut, penjualan unit yang ditangani pihaknya saat ini hampir menyentuh 2.000 kendaraan, sementara populasi truk Shacman di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 20 ribu unit dalam satu dekade terakhir.
la menyatakan, kendaraan industri asal Tiongkok kini mulai mendapat penerimaan luas di pasar nasional setelah sebelumnya sempat dipandang sebelah mata.
“Dulu pasar masih wait and see terhadap produk China. Tapi sekarang orang mulai melihat kualitas unit, daya tahan, dan layanan after sales yang kami siapkan,” ungkap Dirmanto.
Perubahan pasar, lanjut dia, terjadi karena kebutuhan industri saat ini tidak hanya mencari kendaraan dengan kapasitas besar, tetapi juga efisiensi biaya operasional, ketahanan di medan ekstrem, dan ketersediaan suku cadang.
Karena itu, MC Group memperluas pasar tidak hanya di sektor tambang, tetapi juga logging, agribisnis, pengangkutan CPO, distribusi kontainer, hingga logistik pelabuhan.
"Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang kuat. Ada pemberi kerja, kontraktor, leasing, perbankan, dan penyedia unit yang saling mendukung agar semuanya bisa berkembang bersama," terangnya.
Meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global, pelaku industri masih optimistis pasar Kalimantan akan tetap tumbuh, karena ditopang sektor-sektor primer yang terus bergerak.
"Kami optimistis. Kaltim masih punya potensi luar biasa dan kebutuhan industrinya akan terus berkembang," tutupnya.
PT Mitra Hijau Lestari (MHL) menjadi salah satu perusahaan yang mulai menggunakan armada Shacman, untuk operasional logging di wilayah Kalimantan. Perusahaan tersebut mengaku mulai melakukan pengadaan unit sejak April 2025.
Christian dari PT MHL mengatakan, awalnya perusahaan hanya melakukan uji coba 5 unit. Namun setelah dinilai mampu bertahan di medan logging dan memiliki konsumsi BBM yang cukup efisien, jumlah armada terus ditambah.
"Sekarang sudah ada 15 unit yang beroperasi di site, dan sekitar 40 unit lainnya masih proses karoseri. Sejauh ini performanya cukup bagus untuk kebutuhan logging," ujarnya.
la menyebut daya tahan kaki-kaki kendaraan serta dukungan suku cadang, menjadi faktor penting dalam operasional sektor kehutanan yang memiliki medan berat dan jam kerja tinggi.
Masuknya ekspansi industri kendaraan berat ke Samarinda, juga memperlihatkan bagaimana Kaltim mulai menjadi episentrum baru distribusi dan logistik nasional.
Pembangunan IKN, proyek infrastruktur, aktivitas tambang, hingga kawasan industri dinilai akan terus mendorong permintaan armada angkut dalam beberapa tahun ke depan.*