|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Puluhan umat Buddha Pekanbaru menuangkan eco enzyme ke anak Sungai Siak Jalan Haji Guru Sulaiman Pekanbaru, Minggu (10/5/2026). Aksi dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Di Kota Pekanbaru, gerakan penuangan eco enzyme dipimpin langsung Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Wiryanto S Ag MM. Dihadiri Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Riau, Mariyana, Sekretaris Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Riau, Jono ST MT, berbagai majelis Agama Buddha dan ormas Tionghoa di Pekanbaru. Kemudian tokoh Agama Buddha di Pekanbaru, Lurah Air Hitam dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, menuangkan eco enzyme ke aliran sungai dalam rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE). Aksi dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
"Kegiatan sangat luar biasa, ini program pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Program sebagai bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan," tambahnya.
Dikatakannya, terdapat 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke anak Sungai Siak yang berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia (Mapanbumi) Riau dan Buddha Tzu Chi.
"Kita berharap bisa mengedukasi masyarakat untuk membuat eco enzyme di rumah. Menungkannya di selokan dan parit-parit di lingkungan rumah," ujarnya.
Sekretaris Permabudhi Riau, Jono mengatakan, Buddha mengajarkan untuk mencintai serta menjaga alam dan lingkungan. "Ajaran Agama Buddha mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam," terangnya.
Ketua Walubi Riau, Mariyana berharap aksi pelestarian lingkungan dapat dimulai dari rumah. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga agar bernilai guna dan tidak mencemari lingkungan.
Anggota DPRD Pekanbaru, Robin Edward menyebutkan program sangat bagus dan akan mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program ini. "Aksi penuangan eco enzyme menjadi salah satu langkah untuk memulihkan kualitas air anak Sungai Siak," tegasnya.
Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (kulit buah/sayur), gula (merah/molase), dan air selama 3-6 bulan. Memiliki banyak manfaat, termasuk memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar seperti danau, sungai got, sumur, selokan dan lainnya.
Selain untuk memperbaiki kualitas air, eco enzyme efektif membersihkan lantai rumah, menjadi pupuk organik cair dan pestisida alami, menyuburkan tanah dan sebagainya.*