|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SIAK - Menghadapi potensi musim kering tahun 2026, kolaborasi lintas sektor kembali diperkuat melalui Apel Siaga Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan, dan Perkebunan (Dalkarhutlabun) yang digelar di Lapangan Sei Rokan Training Center, PT Ivomas Tunggal (PT IMT), Kabupaten Siak, Riau.
Sebanyak 350 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga teknis, pemerintah desa, masyarakat, serta perusahaan turut ambibagian dalam kegiatan ini. Selain PT Ivomas Tunggal, kegiatan juga melibatkan PT Buana Wira Lestarimas (PT BWLM) dan PT Ramajaya Pramukti (PT RJP), yang seluruhnya merupakan anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food.
Dalam apel siaga tersebut, seluruh pihak menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi potensi risiko di musim kemarau.
Berbagai pemangku kepentingan turut hadir, antara lain Polres Siak, BPBD Kabupaten Siak, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Forkopimcam, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api binaan perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya dari Kecamatan Kandis, Tapung, dan Tapung Hilir.
Kegiatan tidak hanya berupa apel siaga, tetapi juga mencakup pemeriksaan sarana dan prasarana, simulasi penanganan kebakaran dan evakuasi korban, serta demonstrasi pemadaman menggunakan pompa induk dan peralatan manual.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, perusahaan memperkuat kesiapsiagaan melalui dukungan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi. PT Ivomas Tunggal bersama PT Buana Wira Lestarimas (PT BWLM) dan PT Ramajaya Pramukti (PT RJP) saat ini telah memiliki 60 personel Tim Inti Pemadam Kebakaran yang telah mendapatkan pelatihan dari Manggala Agni dan terbagi dalam 12 regu di masing-masing kebun.
Selain itu, upaya pencegahan juga didukung oleh sistem pemantauan dan deteksi dini. Sistem ini meliputi Fire Danger Rating System yang terintegrasi dengan GAR Sustainability Information System (GSIS) untuk memantau potensi kebakaran berdasarkan kelembapan, curah hujan, dan suhu, aplikasi Geosmart Fire berbasis citra satelit untuk mendeteksi hotspot, serta dukungan CCTV berbasis AI dan drone untuk mempercepat identifikasi titik api.
Regional Controller PT Ivomas Tunggal, Tumpal M. Bakara, mengatakan bahwa kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini, terutama menghadapi prediksi musim kemarau yang cukup panjang tahun ini “Tahun 2026 diperkirakan akan mengalami musim kering yang cukup panjang. Karena itu, kesiapsiagaan dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari desa hingga kabupaten, menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujarnya.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus menjadi prioritas utama dengan mengedepankan patroli terpadu, edukasi masyarakat, serta respons cepat sebelum api meluas. “Hukum berlaku sama untuk semua. Tidak ada pandang bulu bagi pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kandis, Said Irwan, menambahkan bahwa penanganan karhutla di wilayahnya selama ini dilakukan melalui kolaborasi multipihak, termasuk melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api. “Kami berharap seluruh perusahaan dapat terus saling mendukung, terutama di wilayah yang berbatasan langsung, sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan upaya yang konsisten dan kolaboratif, tidak hanya saat musim kemarau, tetapi sepanjang tahun. Koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan di lapangan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran dan mewujudkan Kabupaten Siak bebas asap.*