|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya mengungkapkan, dalam dua hari terakhir terjadi dua kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
Kepala Regional Sumbagteng PT Hutama Karya, Untung Joko Ristyono, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian serius perusahaan untuk memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di jalan tol.
"Berdasarkan data yang kami catat, dalam dua hari terakhir terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai yang menyebabkan delapan korban meninggal dunia. Kami turut berbelasungkawa dan sangat prihatin atas kejadian ini," ujarnya.
Menurut Untung, Hutama Karya terus meningkatkan patroli dan pengawasan lalu lintas di sepanjang ruas tol. Selain itu, perusahaan juga memperbanyak pemasangan rambu keselamatan serta mengintensifkan edukasi kepada pengguna jalan mengenai bahaya kelelahan dan microsleep saat berkendara.
Imbauan keselamatan tersebut disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan, mulai dari media sosial, siaran pers, media luar ruang, hingga pengumuman melalui pengeras suara di gerbang tol dan rest area.
Hutama Karya juga mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi memicu kelelahan pengemudi. Pada Jalur A dari arah Pekanbaru, area yang menjadi perhatian berada di sekitar KM 50. Sementara pada Jalur B dari arah Dumai, titik rawan berada di sekitar KM 33. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pengguna jalan diimbau memanfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia, seperti Rest Area KM 45 di Jalur A dan Jalur B serta Rest Area KM 14 di Jalur B.
"Pengguna jalan yang mulai merasa lelah atau mengantuk sebaiknya segera menepi dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, Untung menegaskan pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. Namun secara umum, kecelakaan di jalan tol sering dipengaruhi oleh kondisi pengemudi yang kurang fit, kelelahan, microsleep, kurang menjaga jarak aman, hingga faktor kendaraan.
Karena itu, Hutama Karya mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian. Pengendara juga diminta mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk.
Saat ini Hutama Karya terus berkoordinasi dengan Kepolisian, Patroli Jalan Raya (PJR), dan pihak terkait lainnya guna memperkuat pengawasan di ruas Tol Pekanbaru–Dumai.
"Kami berharap seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Berkendara di jalan tol membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas," tutup Untung.*