Jul 2026
06

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Capai 3.000 Orang
dunia | Minggu, 5 Juli 2026 | 19:10:00 WIB
Editor : Mg2 | Penulis : CNN.Indonesia.com
Gempa Venezuela

Jakarta — Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah dan kini mendekati 3.000 orang, berdasarkan data resmi terbaru pada Sabtu (4/7). Di sisi lain, tim penyelamat internasional mulai menghentikan operasi pencarian korban selamat di tengah reruntuhan.

Data terbaru mencatat korban meninggal mencapai 2.954 jiwa, meningkat lebih dari 300 orang dibandingkan laporan sehari sebelumnya.

Gempa yang terjadi pada 24 Juni tersebut juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Banyak di antara mereka kini bertahan di jalanan maupun di tenda-tenda pengungsian.

Baca :

Selain itu, puluhan ribu orang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Venezuela belum merilis angka resmi, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50.000 orang belum diketahui nasibnya setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hampir bersamaan.

Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Amerika Latin, dengan dampak terparah terjadi di wilayah pesisir La Guaira, di utara ibu kota Caracas. Banyak kawasan permukiman di daerah tersebut dilaporkan hancur rata dengan tanah.

Sepuluh hari setelah gempa yang terjadi hanya dalam selang 38 detik itu, upaya pencarian korban selamat mulai dihentikan. Meski demikian, sejumlah keluarga masih berusaha mengevakuasi jenazah anggota keluarga mereka dari puing-puing bangunan.

Secara umum, peluang menemukan korban selamat dalam bencana gempa menurun drastis setelah 72 jam, meskipun beberapa korban masih berhasil ditemukan hidup dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai penanda berakhirnya fase penyelamatan, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menggelar upacara penghargaan bagi tim penyelamat internasional, termasuk anjing pelacak yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Venezuela sedang mengalami duka yang sangat mendalam. Banyak keluarga masih berharap dapat menemukan orang-orang tercinta dalam keadaan hidup, sementara banyak lainnya telah kehilangan segalanya,” ujar Rodriguez.

Sejumlah tim bantuan internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Selatan, mulai mengakhiri operasi mereka. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles County menghentikan pencarian setelah tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, sementara tim dari Florida dan Virginia dijadwalkan meninggalkan Venezuela pada akhir pekan ini.

Di tengah situasi tersebut, sebagian warga mengkritik lambatnya respons pemerintah dalam menangani bencana. Mereka mengaku harus mencari anggota keluarga secara mandiri sebelum bantuan internasional tiba.

Namun, Rodriguez menyatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan ribuan personel militer dan aparat ke wilayah terdampak.

Di La Guaira, alat berat mulai digunakan untuk merobohkan bangunan yang rusak parah. Sementara itu, di lokasi lain, keluarga korban masih berupaya mengevakuasi jenazah untuk dimakamkan.

“Kami masih bekerja, masih mencari jenazah. Kami terus melanjutkan pencarian. Ini bukan pekerjaan yang mudah,” kata relawan Venezuela, Francisco Sasquia.

“Kami menemukan dua jenazah yang kini telah diserahkan kepada keluarga mereka,” tambahnya. *
 

Terbaru
华 闻
HPT Rohil Rayakan HUT ke-22 dan Lantik...
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:40:09 WIB
Enam Tatung Meriahkan HUT Dewa Oho Thua Jiong...
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:52:46 WIB
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
Artikel Popular
1
politik
hukum
Nasional