Jun 2026
21

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Siswa Pekanbaru Meriahkan Festival Duan Wu Ji
huawen | Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:48:14 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : *
Para peserta lomba story telling bersama dewan juri, Ketua PSMTI Riau, Lindawati dan Anggota DPRD Pekanbaru.*

PEKANBARU - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Festival Duan Wu Ji atau yang dikenal juga sebagai Festival Bakcang  dirayakan lebih meriah di Pekanbaru. Perayaan bertempat di Sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Jalan Setiabudi, Pekanaru, Sabtu (20/6/2026).

Tahun ini, perayaan melibatkan siswa dari beberapa sekolah. Siswa diajak langsung belajar cara membuat bakcang yang merupakan makanan khas dalam festival Duan Wu Ji. Kemudian terdapat lomba story telling antar siswa dan makan bak cang bersama.

Perayaan dihadiri langsung Ketua PSMTI Riau, Lindawati beserta pengurus dan Ketua PSMTI Pekanbaru Happy Subagio beserta pengurus dan perwakilan sekolah.

Baca :

Dalam kata sambutannya, Ketua PSMTI Pekanbaru Happy Subagio mengatakan, Festival Duan Wu dilaksanakan PSMTI Pekanbaru bersama PSMTI Riau dan Persatuan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) PSMTI Riau serta melibatkan siswa sekolah.

Dalam lomba story telling, lanjutnya, para siswa menceritakan langsung sejarah festival Duan Wu Ji, makna dan pesan moral yang terkandung dalam perayaan tersebut. "Siswa sangat antusias mengikuti lomba story telling. Kami berharap siswa dapat melestarikan budaya Tionghoa dan mengenalkannya kepada masyarakat luas," ujarnya.

Salah satu Dewan Juri dalam lomba story telling, Tohan menambahkan, Festival Duan Wu Ji dirayakan pada hari kelima bulan kelima penanggalan kalender Imlek. Perayaan merupakan salah satu festival penting dalam budaya Tionghoa dan punya sejarah ribuan tahun.

"Festival Duan Wu Ji mengajarkan kita untuk cinta tanah air dan peduli dengan negara," ungkapnya.

Pada kesempatan trsebut, dilaksanakan makan Bakcang bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Makanan terbuat dari beras ketan dengan isian, biasanya berupa daging atau versi vegetarian. Terdapat juga Kicang yang tidak memiliki isi. Biasanya disajikan dengan selai atau gula merah.

Kedua makanan dibungkus dengan daun bambu, lalu dikukus, menciptakan aroma khas yang menggugah selera. Lebih dari sekadar kuliner, perayaan menyimpan nilai sejarah dan penghormatan terhadap tokoh kuno Tiongkok, Qu Yuan, yang menjadi simbol patriotisme dan keteguhan hati.

Sejarah Festival Duan Wu Ji
Qu Yuan merupakan seorang menteri setia di Negara Chu pada masa Negara-Negara Berperang. Qu Yuan seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan Negara Chu, bersatu dengan negara Qi, dan memerangi negara Qin.

Namun sayangnya Qu Yuan dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya. Dimana akhirnya Qu Yuan diusir dari Ibukota Negara Chu. Qu Yuan yang sedih dan cemas akan masa depan Negara Chu kemudian melompat ke sungai Miluo.

Qu Yuan melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri.

Untuk menghindari makanan dari naga dalam sungai, mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.*

Terbaru
Artikel Popular
3
politik
hukum
Nasional