|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pekanbaru menggelar acara Dialog Pembauran Kebangsaan dan Silaturahmi Paguyuban Suku & Etnis se-Kota Pekanbaru pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung hangat di Warkop Putra Agam dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Acara dibuka secara resmi Ketua FPK Pekanbaru, Dwi Agus Sumarno. Turut hadir memberikan sambutan, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Hendra Putra, yang hadir mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) Kota Pekanbaru.
Pertemuan menjadi momentum penting bagi penguatan kerukunan antarwarga di ibu kota Provinsi Riau. Dari total 45 paguyuban yang terdata di Pekanbaru, sebanyak 38 paguyuban suku dan etnis menghadiri langsung agenda strategis ini.
Acara mengusung semangat kemerdekaan dengan tema mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Dialog bertujuan menjaga harmonisasi, toleransi, dan integrasi antar-suku yang hidup berdampingan di Pekanbaru.
Kehadiran 38 paguyuban menunjukkan komitmen kuat para tokoh adat dan etnis dalam menjaga situasi kondusif di tingkat lokal.
Melalui dialog ini, FPK Pekanbaru berharap seluruh paguyuban dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi konflik sosial serta memperkokoh wawasan kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Rina Fastyalynda Syafitri, SH, memaparkan agenda utama berikutnya yang berskala lebih besar, yaitu Festival Kuliner dan Budaya Nusantara.
Festival mengusung tema: “Dengan Festival Kuliner dan Budaya Nusantara kita bangkitkan Cita Rasa Kuliner Tradisional Nusantara.
Rina menjelaskan festival ini dirancang sebagai wadah besar yang menampilkan kekayaan ragam budaya sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Setiap paguyuban dan komunitas budaya dari berbagai suku dan etnis di Pekanbaru akan menampilkan kekhasan masing-masing, meliputi pakaian adat resmi daerah,
Kesenian tradisional dan pertunjukan daerah.
Kemudian tari daerah nusantara, musik tradisional alat musik khas.*