Okt 2026
15

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kabut Asap, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan
huawen | Minggu, 20 September 2026 | 23:55:20 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : *

PEKANBARU - Tahun ini, Festival Pertengahan Musim Gugur yang dikenal sebagai Festival Kue Bulan atau Mid-Autumn Festival di Pekanbaru ditiadakan. Festival penting masyarakat Tionghoa tersebut setiap tahunnya dirayakan secara bersama di Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet.

"Perayaan kue bulan jatuh pada tanggal 25 September 2026 bertepatan dengan bulan 8 tanggal 15 Kalender Imlek. Namun perayaan kue bulan bersama di Pekanbaru ditiadakan, karena beberapa daerah di Indonesia sedang menghadapi bencana maupun kabut asap, termasuk di Riau," kata Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 Kongzili/2026, Djohan Oei kepada media di Sekretariat Perhimpunan Enam Marga Bersaudara (Liok Kui Tong), Minggu (20/9/2026).

Turut hadir Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Karim Ong, Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Romo Toni, Pengurus Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Riau, Ket Tjing, Perwakilan Himpunan Bersatu Teguh, Steven Wu.

Baca :

Kemudian Feri Tek dari Marga Huang dan Merry Fang, Sucandra serta Aguan Ang dari
Perhimpunan Enam Marga Bersaudara.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Karim Ong merincikan sejak satu bulan terakhir Pulau Sumatera dan Kalimantan di kepung kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kabut asap yang membuat udara dalam kategori tidak sehat juga menyerang Kota Pekanbaru.

"Kondisi kabut asap dan cuaca yang tidak menentu turut menganggu persiapan panitia," ujar Karim Ong yang juga Ketua Perhimpunan Enam Marga Bersaudara tersebut.

Selain itu, lanjutnya, festival kue bulan di Pekanbaru biasanya melibatkan anak-anak
hingga Lansia. Sedangkan mereka termasuk paling rentan terdampak penyakit akibat kabut asap.

Pada kesempatan tersebut, Karim Ong menambahkan, bencana alam juga terjadi di daerah lainnya di Indonesia, mulai dari banjir, gempa bumi, letusan gunung dan lainnya. "Kita turut prihatin dengan berbagai musibah dan bencana yang terjadi di Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 Kongzili/2026 yang terdiri dari berbagai ormas Tionghoa, lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan yang berbasis Tionghoa sudah melaksanakan perayaan Imlek Bersama dan Cap Go Meh. 

Dirayakan di Rumah Atau Lingkungan Masing-Masing

Meski tidak dirayakan secara bersama, namun warga Tionghoa di persilahkan untuk merayakan festival kue bulan di rumah, lingkungan atau komunitas masing-masing di ruang tertutup.

Sekretaris PSMTI Riau, Romo Toni mengatakan, festival kue bulan merupakan salah satu perayaan penting dalam budaya Tionghoa di seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Dimana memperingati rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dengan simbol kue bulan yang berbentuk bulat seperti bulan purnama.

"Kue bulan melambangkan keutuhan dan keharmonisan. Merupakan simbol kemakmuran dan panjang umur. Melalui perayaan budaya seperti ini, kami berharap dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan sekaligus memperkenalkan dan melestarikan tradisi festival kue bulan, khususnya kepada generasi muda," terangnya.

Pengurus Mapanbumi Riau, Ket Tjing mengimbau warga Tionghoa untuk melaksanakan sembahyang pada puncak perayaan kue bulan sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan dan alam semesta.

Legenda Kue Bulan

Keberadaan kue bulan tak lepas dari legenda yang menyelimutinya. Konon, dulu Bumi memiliki sepuluh matahari yang mengakibatkan kekeringan dan kelaparan. Seorang ahli panah bernama Hou Yi kemudian menembak jatuh sembilan matahari dan meninggalkan satu saja.

Rakyat kemudian memujanya dan menjadikan dia sebagai seorang raja. Seperti cerita kerajaan pada umumnya, seseorang dengan mudah terlena dengan kekuasaan. Hou Yi ingin hidup abadi dan menjadi raja selamanya. Dia mencari obat untuk mewujudkan keinginannya itu.

Sang permaisuri, Chang'e tak setuju karena Hou Yi memerintah dengan kejam. Dia pun melawan dan sang raja murka kepadanya. Chang’e kemudian membuat ramuan yang bisa membawanya pergi ke bulan untuk menghindari kejaran raja. Masyarakat kemudian meyakini Chang'e menjadi roh bulan.

Sejak itu, banyak orang mempersembahkan hadiah atau memberikan penghormatan kepada Chang’e pada hari ke-15 sesuai kalender lunar untuk mengingat jasanya. Kue bulan memiliki karakter di bagian atas sebagai simbol umur panjang atau harmoni. Umumnya ada pertanda pada kemasannya yang menunjukkan desain bulan, bunga Chang’e, dan kelinci.

Selain kisah Raja Hou Yi dan Permaisuri Chang'e, ada juga lain dari kue bulan, yakni sebagai alat mengirimkan pesan untuk menggulingkan kekuasaan Mongol yang diakali oleh Zhu Yuanzhang dan penasehatnya, Liu Bowen. Zhu kemudian menjadi Kaisar Dinasti Ming.*

 

Terbaru
inhu
Pemkab Inhu Dukung Pelaksanaan LCTP Bagi Pelajar SMA
Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:04:34 WIB
potensa
Terbitkan Kartu Anggota Digital, IKLA-RGS Teken MoU dengan Bank Nagari
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:52:00 WIB
pekanbaru
Riau Dapat Tambahan 87 Dapur MBG
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:42:45 WIB
rohil
Lantik Puluhan Pejabat, Ini yang Dikatakan Bupati Bistamam
Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:12:23 WIB
potensa
UMKM Binaan EMP Meriahkan Helat Pelalawan 2026
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:00:11 WIB
pekanbaru
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:00:00 WIB
pekanbaru
11.707 Masyarakat Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:39:49 WIB
华 闻
16 Tim Ikuti Turnamen MLBB...
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:22:51 WIB
Pemujaan Kepada Dewa Cap Sa Thai Po di Pedekik...
Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:59:57 WIB
Artikel Popular
4
politik
Bistamam Maju Calon Ketua Golkar...
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:30:33 WIB
Helena Ditunjuk Jadi Ketua Badan Rescue NasDem...
Rabu, 30 September 2026 | 20:16:04 WIB
hukum
Nasional
Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4...
Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09:35 WIB