|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya (Persero) bersama jajaran Kepolisian terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Tol Pekanbaru - Dumai (Permai). Langkah dilakukan sebagai respons atas sejumlah kecelakaan fatal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, yang sebagian besar dipicu oleh faktor kelelahan pengemudi hingga mengalami microsleep saat berkendara.
Sebagai bentuk komitmen meningkatkan keselamatan pengguna jalan, Hutama Karya kembali menggelar Operasi Microsleep di Rest Area KM 45 A Tol Permai, Jumat malam (12/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari Hutama Karya, Patroli Jalan Raya (PJR), dan Polres Siak.
Section Head Operation Regional Sumbagteng PT Hutama Karya, Yoni Satyo, mengatakan operasi tersebut merupakan salah satu langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan tol.
"Pada malam ini, kami melaksanakan Operasi Microsleep sebagai upaya Hutama Karya untuk menekan angka fatalitas maupun kecelakaan yang terjadi di jalan tol," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan interaksi langsung dengan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana guna mengukur tingkat kewaspadaan dan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan.
"Dari hasil survei tersebut nantinya dapat disimpulkan apakah pengemudi dalam kondisi lelah atau masih cukup fit untuk berkendara," jelas Yoni.
Selain memberikan edukasi, petugas juga membagikan bingkisan berupa makanan ringan dan kopi kepada pengguna jalan. Langkah ini diharapkan dapat membantu pengemudi menjaga konsentrasi selama perjalanan, khususnya pada malam hari.
"Kami menyediakan snack dan kopi sebagai bingkisan sekaligus untuk membantu pengemudi tetap segar dan tidak mengantuk selama perjalanan," tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Siak, AKP Denny Maulana Saputra, menegaskan bahwa faktor kelelahan masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di ruas Tol Pekanbaru - Dumai.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri mengemudi saat mengantuk atau kehilangan konsentrasi.
"Pada umumnya masyarakat Riau, khususnya masyarakat Siak maupun pengguna jalan lainnya yang melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, kami imbau agar tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan memperhatikan kondisi fisik saat berkendara," kata Denny.
Menurutnya, hasil analisis sementara terhadap salah satu kecelakaan beruntun yang terjadi baru-baru ini menunjukkan adanya indikasi kuat pengemudi mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang.
Pengemudi diketahui melakukan perjalanan dari Provinsi Jambi menuju lokasi kejadian dengan durasi perjalanan mencapai sekitar 18 jam, namun hanya beristirahat selama dua jam.
"Dari kacamata kepolisian, besar kemungkinan pengemudi mengalami kelelahan dan microsleep. Akibatnya, pengemudi tidak memperhatikan jarak aman kendaraan sehingga terjadi kecelakaan," ungkapnya.
Denny mengingatkan pengemudi yang mulai merasa lelah atau mengantuk agar segera memanfaatkan rest area terdekat untuk beristirahat. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 atau nomor bantuan yang tersedia di ruas tol apabila membutuhkan pertolongan.
Selain Operasi Microsleep, Hutama Karya juga terus menggencarkan berbagai program keselamatan lainnya di Tol Permai. Salah satunya melalui Operasi Simpatik, yaitu kegiatan edukasi dan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan saat memasuki ruas tol.
Petugas juga melakukan pemeriksaan fungsi lampu kendaraan, khususnya lampu belakang. Jika ditemukan kendaraan dengan lampu yang tidak berfungsi, petugas akan memasang stiker reflektif sebagai langkah sementara guna meningkatkan visibilitas kendaraan pada malam hari.
"Kami juga melaksanakan operasi pemeriksaan lampu belakang kendaraan. Jika ditemukan lampu yang tidak menyala, petugas akan memasang stiker reflektif untuk meningkatkan visibilitas kendaraan," jelas Yoni lagi.
Pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) juga terus diperketat karena dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalan tol.
Sementara untuk menekan pelanggaran batas kecepatan, Hutama Karya telah memasang kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang mampu mendeteksi kecepatan kendaraan secara otomatis.
Saat ini terdapat dua titik kamera ETLE yang beroperasi di Tol Pekanbaru - Dumai dan dalam waktu dekat akan ditambah menjadi empat titik.
"Kami sudah memiliki dua titik kamera ETLE dan dalam waktu dekat akan ditambah dua titik lagi untuk meningkatkan pengawasan," ujar Yoni.
Lokasi pemasangan kamera tersebut sengaja tidak dipublikasikan agar seluruh pengguna jalan tetap disiplin dan waspada selama berkendara. Adapun penindakan terhadap pelanggaran batas kecepatan yang terekam ETLE akan dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui berbagai upaya tersebut, Hutama Karya dan kepolisian berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru - Dumai dapat ditekan secara signifikan. Pengguna jalan pun diingatkan untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima dan beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.*