|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Rencana perluasan jaringan Toko Pengendalian Inflasi Pangan (Topan) di Provinsi Riau terus menunjukkan perkembangan. Setelah sebelumnya Kabupaten Indragiri Hilir mengajukan permohonan pendirian Topan, kini Pemerintah Kabupaten Kampar juga resmi menyampaikan surat permohonan kepada Pemerintah Provinsi Riau.
Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Daulay, mengatakan surat dari Bupati Kampar telah diterima dan ditujukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sebagai bentuk dukungan terhadap pendirian Topan di Kabupaten Kampar.
Menurutnya, keberadaan Topan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
"Alhamdulillah, surat dari Kampar sudah masuk. Sebelumnya permohonan juga telah diajukan dari Tembilahan. Selanjutnya kami juga menargetkan Dumai sehingga pengembangan Topan dapat menjangkau lebih banyak daerah di Riau," ujar Ade Daulay, Selasa (4/8/2026) di kantor RPB Jalan Thamrin, Pekanbaru.
Ia menjelaskan, setelah mendapat arahan dari Plt Gubernur Riau, RPB akan segera menindaklanjuti pembukaan Topan sesuai prioritas yang ditetapkan pemerintah.
"Tahun ini target kami minimal satu Topan baru sudah beroperasi, apakah di Kampar atau Tembilahan. Yang terpenting ada progres pengembangan dari tahun ke tahun," katanya.
Selain memperluas jaringan Topan, RPB juga tengah menyiapkan pelaksanaan Kick Off Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan arahan Plt Gubernur Riau sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, khususnya komoditas cabai yang kerap memicu kenaikan harga.
Ade menjelaskan, sebanyak 100 ribu bibit cabai disiapkan melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Riau. Bibit tersebut akan dibagikan secara bertahap kepada pemerintah kabupaten/kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Bibit akan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur, kemudian didistribusikan ke daerah-daerah. Sasarannya masyarakat dan kelompok tani, termasuk kelompok wanita tani, agar mampu meningkatkan produksi cabai di tingkat rumah tangga," jelasnya.
Ia berharap gerakan tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, RPB juga akan menggelar berbagai perlombaan di halaman Topan pada 22–23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai anak TK, fashion show, hingga lomba karaoke solo.
Menurut Ade, seluruh rangkaian acara dirancang untuk semakin memperkenalkan Topan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan dan aktivitas belanja di gerai tersebut.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan Topan kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan Topan sebagai tempat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau," pungkasnya.*