Agu 2026
21

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Festival Pacu Jalur 2026 Diikuti 204 Peserta dari Tiga Provinsi
kuansing | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:05:55 WIB
Editor : mg1 | Penulis : Mediacenter.riau
Pacu Jalur Taluk Kuantan, Kuansing, Riau

TELUK KUANTAN – Sebanyak 204 perahu jalur dari berbagai daerah mengikuti Festival Pacu Jalur 2026 yang digelar di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi. Peserta tidak hanya berasal dari kabupaten dan kota di Riau, tetapi juga dari Sumatera Barat dan Jambi.

Festival Pacu Jalur 2026 resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto pada Rabu (19/8/2026). Ajang budaya yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tersebut berlangsung selama lima hari, hingga Minggu (23/8/2026).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mengatakan jumlah peserta meningkat hingga penutupan pendaftaran. Seluruh jalur yang telah terdaftar akan bersaing di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan.

Baca :

"Total sampai pendaftaran ditutup ada 204 jalur mendaftar. Pembukaan di hari pertama oleh Pak Plt Gubernur SF Hariyanto di Tepian Narosa," kata Tekad Perbatas saat dihubungi Kamis (20/6/2026).

Menurut Tekad, keikutsertaan jalur dari luar Riau menjadi salah satu daya tarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Perwakilan dari Sumatera Barat dan Jambi turut ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut.

"Ada jalur dari Jambi dan Sumatera Barat juga ikut mendaftar. Tentu ini menjadi jalur yang akan berlaga selama event digelar di Batang Kuantan dalam beberapa hari ini," ujar Tekad.

Perlombaan akan berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga pertandingan final. Partai puncak untuk menentukan juara Festival Pacu Jalur 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (23/8/2026).

Festival Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi. Tradisi tersebut telah berkembang sejak abad ke-17 dan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat setempat.

Pada masa kolonial Belanda, Pacu Jalur pernah menjadi bagian dari perayaan hari lahir Ratu Wilhelmina. Tradisi ini kemudian terhenti saat pendudukan Jepang akibat kondisi ekonomi masyarakat yang memburuk.

Masyarakat kembali menghidupkan Pacu Jalur pada 1950 sebagai upaya mempertahankan kebudayaan daerah. Seiring perkembangannya, kapasitas jalur yang awalnya hanya mampu membawa sekitar 7 hingga 15 orang bertambah menjadi lebih dari 25 orang.

Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur kemudian menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan setiap Agustus. Hadiah bagi para pemenang juga mengalami perkembangan, mulai dari ternak hingga piala bergilir.

Arena Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah menjadi lokasi utama pelaksanaan Pacu Jalur tingkat nasional. Lokasi tersebut berada sekitar 150 kilometer dari Kota Pekanbaru. Peserta yang tampil di tingkat kabupaten sebelumnya telah melalui proses seleksi pada perlombaan tingkat rayon dan kecamatan.

Selain perlombaan di sungai, festival juga dimeriahkan berbagai kegiatan pendukung. Pengunjung dapat menikmati pekan raya serta pertunjukan seni tradisional, di antaranya Randai Kuantan Singingi dan berbagai tarian khas Riau.

Popularitas Pacu Jalur juga semakin meningkat setelah aksi para penari perahu atau tukang tari menjadi perhatian publik di media sosial pada penyelenggaraan 2025. Fenomena tersebut turut memperkenalkan tradisi Pacu Jalur kepada masyarakat di luar daerah, termasuk publik internasional.

Tingginya antusiasme terhadap Festival Pacu Jalur 2026 diharapkan dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Riau. Kehadiran wisatawan juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta membuka peluang bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi festival.*

Terbaru
Artikel Popular
4
politik
Yopi Arianto: Nasdem Riau Dukung Pembangunan Tol...
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:33:44 WIB
hukum
Nasional
Pemerintah Usul Biaya Haji 2027 Rp107...
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:26:28 WIB